So Klin White & Bright Edukasi Mengenai Sustainable Fashion
![]() |
| So Klin White & Bright baru |
Isu sampah semakin global. Di Indonesia,
banyak komunitas dan perorangan yang mulai bergerak mengkampanyekan peduli
sampah dan bagaimana cara menguranginya. Dari kurangi penggunaan plastik sekali
pakai, menggunakan sedotan stainless juga menghabiskan makanan sendiri kini
kerap beredar di media sosial. Dalam ranah kota dan perkampungan, kini mulai
muncul desa dan kota dengan konsep peduli lingkungan. Desa Hijau, kota Hijau
kerap bermunculan dari berbagai daerah di Indonesia.
Lalu, bagaimana dengan dunia
industri?
Berbagai macam dunia industri di
mana mereka merupakan “pemroduksi” sampah yang beredar di masyarakat, kini mulai bergeliat melakukan kampanye serupa. Di Jakarta,
di berbagai mall-mall besar saya acap menemukan mereka sedang melakukan
kegiatan dengan banyak tema. Salah satunya adalah So Klin. Pada tanggal 16
Agustus lalu bertempat di Mall Kelapa Gading 3 saya menghadiri acara launching
produk baru mereka. Tentunya, peluncuran produk baru ini tak hanya produk saja
karena dibarengi dengan talkshow “Be
Sustainable, Be Fashionable by So Klin”. Dengan tema yang diambil, So Klin
bekerja sama dengan ESMOD Jakarta juga komunitas sosial Sadari Sedari.
Baju, merupakan salah satu
kebutuhan primer manusia sejak zaman berzaman. Ia menduduki peringkat pertama sebelum
pangan. Menurut Ellen MacArthur
Foundation salah satu badan yang fokus memelajari polusi industri mode, limbah
bisnis busana di dunia bisa mencapai US$ 500 miliar pertahun. Saya baru tahu
jika limbah industri mode sampai sebesar ini. Dari kejadian inilah mereka
memunculkan kebijakan ramah lingkungan salah satunya dengan mengolah kain perca menjadi bahan yang bermanfaat. Di Indonesia
sendiri sudah mulai banyak desainer yang menerapkan konsep sustainable fashion.
Menurut Joanna Elizabeth Samuel,
Marketing Manager Fabric Care PT Sayap Mas Utama (Wings Group) kampanye
Sustainable fashion untuk mengajak masyarakat Indonesia supaya lebih peduli
dengan lingkungan dengan menerapkan gaya hidup berkelanjutan melalui pakaian. So
Klin sangat mendukung inovasi kreatif, terutama dalam hal merawat mix and match
pakaian. Dengan So Klin White & Bright juga membantu meningkatkan efisiensi
waktu para Ibu di rumah agar tidak perlu repot ketika memilih warna baju saat
mencuci. Jadi, Bright & White bisa digunakan untuk mencuci segala warna
baju. Pun baju jadi tidak mudah pudar, jadi hayat pemakaiannya jadi lebih
panjang.
![]() |
| Brand ambasador So Klin, Mbak Indi Barends yang tetep muda aja dari dulu ^_^ |
ESMOD Jakarta, merupakan salah
satu sekolah model yang mulai menerapkan sustainable fashion. Menurut Patrice Desilles,
Academic Program Head ESMOD Jakarta, sustainable fashion sekarang merupakan
bagian dari gaya hidup. Bagi seorang pakar mode seperti Patrice, Segala sesuatunya
harus dipikirkan termasuk sustainable fashion. Ada banyak hal yang harus dipikirkan
bahwa kita harus lebih berhemat untuk tidak mudah membeli dan mengikuti trend
yang baru. Dunia fashion itu tidak ada habisnya. Tapi tentu saja segala sesuatunya
ada batas maksimum, karena kita juga harus memikirkan polusi terhadap bumi. Di Prancis,
menurut Patrice sustainable fashion
sudah diberlakukan sejak 25 tahun yang lalu.
Sebaga pegiat sustainable
fashion, Patrice tidak hanya peduli dengan sampah fashion. Tapi juga sampah di
rumahnya sendiri. Ia selalu memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik
ia kumpulkan, lalu dijadikan pupuk. Sedang sampah kering ia suruh Pekerja Rumah
Tangganya (PRT) untuk menjualnya ke tukang loak keliling. Begitulah seharusnya
kita menjaga bumi. Semoga saya bisa belajar.
Di acara tanggal 16 lalu, ada
juga ditampilkan karya mahasiswa-mahasiswa ESMOD dengan menggunakan baju-baju
bekas. Pertama, tampil seorang model dengan menggunakan baju yang bahan
utamanya adalah celana panjang. Ada juga model yang mengenakan baju dari bahan
jaket yang dibuat dari 34 jaket. Wogh! Baju ini dibuat oleh alumni ESMOD,
Melisa. Apa yang ditampilkan pada talkshow ini merupakan cara ESMOD mendukung
Sustainable fashion.
![]() |
| Dibuat dari 34 jaket |
Segala sesuatu yang bersifat
sustainable adalah tentang kreativitas, bisa memadu padankan baju yang sudah
lama tanpa menjadi kuno karena tertinggal modenya. Kreativitas menurut Indi Barends yang merupakan brand ambasador So
Klin bisa dilakukan oleh siapa saja selagi mempunyai kemauan.
Sadari Sedari, bergerak sejak
Januari 2018. Berawal dari foundernya, Nadira yang melihat begitu banyak baju
yang dimilki di almari yang sudah tidak terpakai. Dari situ ia berpikir bahwa
baju yang ada bisa dijual kembali dan diperunrukkan untuk hal yang baik. Dengan
syarat baju layak pakai, tidak lusuh dan tidak robek dan tidak bau. Kegiatan di
Sadari Seda, funding dan dijual baik offline mau pun online. Mengumpulkan donasi
baju, lalu dikurasi dan yang layak akan dijual kembali. Hasil penjualan untuk
didonasikan.
Setelah menyimak talk show, kami diajak untuk melakukan
workshop kilat bagaimana caranya mix and match baju-baju lama menjadi
fashionable dan kekinian. Dipandu oleh alumni ESMOD, kami berusaha menjadi kreatif.
Nggak semua bisa berkreasi, karena ada manusia macam saya yang nggak kreatif.
Hahahaha.... jadilah saya membuat kreasi seadanya. Padahal, segala tetek bengek
kebutuhan sudah disiapkan oleh panitia. Dari lem, gunting, jarum, benang,
kancing dan sebagainya.
Terima kasih banyak, So Klin detergent. Sudah 70 tahun menemani kaum Ibu di Indonesia. So Klin
detergent dilengkapi dengan formula anti-bacterial pada setiap variannya, untuk
dapat membantu menjaga kesehatan kulit para penggunanya dan untuk menjaga
pakaian agar tidak bau apek. Varian So Klin, kini lebih beragam.
![]() |
| Ada dua kelompok, dan kelompok kita paling betah weheheheh |
![]() |
| Devita Anabel, salah satu alumni ESMOD Jakarta jurusan Fashion Desain & Creation. Dia sabar banget ngajarin kami. Kata dia, sayang waktunya dikit, jadi nggak bisa ngajarin banyak-banyak. |
![]() |
| Mbak Eskaning serius banget |
![]() |
| Hasil buatan saya. Jelek tentu saja, tapi tak apa. Ngomong-ngomong, kalau buat saya pribadi hal seperti ini kurang pas kalau harus ditambahin ini itu, karena sampahnya jadi lebih banyak hehehehe |








1 komentar
saya jadi bayangi kain perca di jait satu persatu hingga jadi pakaian, rasanya kok seperti gembel Mom hihihhiih, bercanda Mom.
BalasHapusklo designer yang buat mungkin jadi wow
Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P