Catatan Anazkia

Karena hanya tulisan yang bisa saya tinggalkan

  • beranda
  • Kisah
    • Serial
    • Cerpen
    • Celoteh
    • Reportase
    • Perjalanan
      • Gaya Travel
      • Trip Gratisan
      • Piknik Buku
  • Pojok Anaz
  • Murai
  • Sosok
  • komunitas
    • Volunteer
    • KBO
    • Semestarian
    • Blogger Hibah Buku



Kalau menyebut “tenun ikat” pikiran kita akan langsung mengingat kain etnik khas beberapa daerah di negeri tercinta ini. Salah satu daerah penghasil tenun ikat yang terkenal adalah NTT (Nusa Tenggara Timur), khususnya di 4 pulau utama yaitu Flores, Sumba, Timor, dan Alor, yang bisa disingkat “Flobamora.”

Tapi, bagaimana seandainya saya menyebut “Topi Rea?” Apakah ada diantara teman-teman yang mengenalnya? Ah, Topi Rea khas Manggarai Barat ini memang tidak begitu populer di kalangan wanita. Tapi, banyak pria yang mungkin mengenalnya karena memang, topi ini adalah sejenis kopiah yang umum digunakan oleh kaum pria.

Baik tenun ikat khas NTT maupun Topi Rea khas Manggarai Barat, adalah dua kekayaan budaya Indonesia yang indah dan wajib dilestarikan. Di samping dua kekayaan daerah tersebut, tentu masih ada banyak produk-produk lokal lainnya yang menarik dan kerap kita butuhkan.

Tapi, bagaimana kita “berani” berharap budaya khas bangsa ini akan bertahan jika kita (sebagai anak bangsa) sering tak peduli dan tidak mau membeli produk dalam negeri sendiri?

Ya, ini adalah problema yang selama ini selalu menghantui pelaku usaha lokal (UKM dan UMKM) dalam mempertahankan berbagai budaya lokal. Produk-produk mereka seringkali kurang diminati oleh bangsa sendiri. Hingga tak mengherankan jika banyak produk khas daerah yang kalah bersaing dengan produk luar. Hingga, perlahan namun pasti (produk lokal) mulai terlupakan dan kelak tinggal sejarah.

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)

Gernas BBI atau Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia adalah program yang dipilih untuk membangkitkan, memperkenalkan, dan mempromosikan produk buatan UMKM lokal agar bisa bertahan dan bersaing serta berkilau tidak hanya di negeri sendiri, tapi juga di seluruh penjuru dunia.

Program ini, kali pertama diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Mei tahun 2020 silam. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan pelaku usaha (UKM dan UMKM) di Indonesia agar bisa bertahan dan bangkit serta mampu melewati masa-masa sulit di era pandemi ini.

Usaha ini patut kita apresiasi dan kita harus #SiapBersamaUMKM. Karena kita bukan bangsa yang lemah dan mudah berputus asa, bukan? Banyak bukti yang telah menunjukkan kepada kita betapa bangsa ini sebenarnya sangat cinta, peduli, dan mau ikut bersusah payah mempertahankan budaya. Hingga, budaya tersebut tak lekang oleh zaman. Seperti batik contohnya. Kini warisan nenek moyang tersebut telah meraih puncak popularitasnya setelah dahulu sempat tenggelam. Dan, berkat kegigihan dan kepedulian anak bangsa, maka budaya ini tak hanya dicintai di dalam negeri sendiri tapi juga dikagumi dan digemari oleh bangsa lain. Hingga, membuat kita merasa begitu bangga.

Peluang yang sama tentu bisa didapatkan oleh kekayaan budaya negeri ini yang lainnya. Termasuk, produk lokal khas Flobamora. Untuk meningkatkan peluang tersebut, pemerintah Indonesia rutin menggelar program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk mempromosikan produk asli Indonesia--buatan anak bangsa. Sekaligus, untuk membantu para pelaku usaha UMKM agar bisa bertahan ditengah himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Kilau Digital Permata Flobamora

Setelah Gernas BBI sukses memperkenalkan dan mempromosikan beberapa budaya daerah di tahun-tahun sebelumnya, Gernas BBI seri Juni 2021 kali ini memilih tajuk “Kilau Digital Permata Flobamora.” Tujuannya adalah untuk mempromosikan dan mengangkat permata ekonomi serta budaya dari daerah Nusa Tenggara Barat (NTT).

Sehingga, produk-produk lokal di wilayah ini akan lebih dikenal dan lebih mudah diakses serta dibeli oleh masyarakat di seluruh Indonesia maupun masyarakat luar. Untuk mewujudkan impian tersebut, Gernas BBI pun berusaha memaksimalkan platform digital. Dengan harapan, platform online ini bisa membantu memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dengan belanja #DiIndonesiaAja kapanpun mereka mau dan dari manapun mereka berada.

Puncak perhelatan Gernas BBI untuk mengangkat budaya dan ekonomi pelaku usaha maupun UMKM di NTT yang bertajuk Kilau Digital Permata Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) resmi digelar pada hari Jumat tanggal 18 Juni 2021 kemarin. Dan, mengambil lokasi di wilayah Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT.

Demi mendukung kesuksesan program #KilauDigitalFLobamora, Gernas BBI menggelar acara puncak secara offline (tatap muka) dan online ini yang dihadiri banyak nama-nama beken yang tentu tidak asing bagi kita. Seperti beberapa tamu undangan VVIP yang terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Sebut saja, Edistasius Endi (Bupati Manggarai Barat) dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat sebagai perwakilan tuan rumah. Serta, beberapa perwakilan pemerintah yang terdiri atas, Wapres Ma’ruf Amin, Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan, Menparekraf Sandiaga Uno, Menkominfo Johnny G. Plate, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mendagri Tito Karnavian, MenPUPR Basuki Hadimuljono, MenBUMN Erick Thohir, MenkopUKM Teten Masduki, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, hingga Dirut Telkom Ririek Adriansyah.

Untuk mensukseskan program Gernas BBI, Kilau Digital Permata Flobamora diisi dengan serangkaian acara yang bertujuan untuk memperkenalkan produk UMKM, memfasilitasi pelaku usaha lokal, dan membantu perekonomian masyarakat, serta melestarikan budaya NTT. Seperti misalnya,

1. Sambutan Wapres hingga Bupati 

Melalui sambutannya, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menghimbau kepada para pelaku usaha maupun UMKM di NTT untuk memanfaatkan platform digital dalam rangka mempromosikan dan memasarkan produk-produk mereka secara online. Sehingga, karya dan kreasi mereka dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Inilah era kebangkitan (yang akan membantu) kita keluar dari keterpurukan yang disebabkan oleh Covid-19, kita bangkit bersama digitalisasi. Hari ini, Pemerintah Provinsi NTT meluncurkan aplikasi Go NTT sebagai marketplace bagi produk-produk lokal NTT,” paparnya.

Tak mau ketinggalan, Menparekraf Sandiaga Uno juga turut menyampaikan sambutan di acara puncak Gernas BBI yang bertajuk Kilau Digital Permata Flobamora tersebut. Beliau membuka sambutannya dengan membaca dua gubahan pantun yang mengangkat tema promosikan produk lokal.

Di sela-sela sambutannya, Sandi juga tak lupa melemparkan candaan untuk memperkenalkan kreasi masyarakat NTT yaitu, Topi Rea khas Manggarai Barat. “Pak Bupati, saya kehabisan kopiah produk ekonomi kreatif Manggarai Barat, tiap kali saya pakai diminta orang. Tolong dikirim lagi 100 biji.” Begitu selorohnya saat menyampaikan sambutan secara virtual dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Sambutan di tempat terpisah juga diberikan oleh Wapres Ma'ruf amin yang tak lupa mengapresiasi Gernas BBI sebentar serta berharap program ini mampu membangun ekonomi nasional yang mandiri melalui dukungan infrastruktur digital. 

Dalam sambutannya, Wapres menekankan pentingnya untuk menjadi kreatif, inovatif, dan bersikap aktif dalam menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Serta, memaksimalkan platform digital agar pemasaran produk, distribusi, dan pembiayaannya jadi lebih mudah.

“Pelaku ekraf dan UMKM dituntut untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif menciptakan produk-produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar dengan memanfaatkan platform digital termasuk media sosial untuk mengembangkan usaha serta mempermudah akses pada pembiayaan, distribusi, dan pemasaran produk.” Kata Ma’ruf. 

2. Virtual Expo Produk UMKM NTT

Pada helatan tersebut, launching seremonial diisi dengan kegiatan virtual expo yang diramaikan dengan pertunjukan busana (fashion show) yang menampilkan kreasi dan keindahan tenun khas Flobamora. Dan, diisi pula dengan berbagai kegiatan hiburan (musik) serta Bazaar Expo sebagai media untuk mempromosikan produk khas UMKM NTT.

3. Talk Show

Di samping launching ceremonial, acara yang diikuti oleh kurang lebih 1000 orang ini (termasuk saya--salah satunya), juga menampilkan bincang-bincang (talk show) tentang kemajuan UMKM di Indonesia, khususnya di daerah NTT. 

Sesi Talk Show yang mengangkat tema peluang bisnis bagi para pelaku UMKM di NTT ini sendiri diramaikan oleh narasumber beken seperti, CEO Grab, ketua umum idEA, serta Ceo Ladara.

4. Digitalisasi UMKM

Untuk mewujudkan transformasi digital industri kreatif nasional yang akan mendorong para pelaku UMKM agar lebih aktif memperkenalkan produk mereka, Kominfo melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) akan membangun kurang lebih 422 BTS yang didukung jaringan internet berkecepatan tinggi (4G) di wilayah NTT dan, akan disebar di 16 Kabupaten. Mulai dari, wilayah Ende, Manggarai, Sumba Barat, Sumba Tengah, Rote Ndao, sampai Manggarai Timur.

5. Aplikasi Go NTT

Seperti yang tertuang pada sambutan Gubernur Nusa Tenggara Timur di atas, pemerintah daerah juga telah membuat aplikasi Go NTT (Gerbang Online NTT) yang berfungsi sebagai wadah untuk promosi dan jual-beli kekayaan lokal NTT. Sehingga, akan lebih mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun pasar global.




Bagi kamu yang penasaran dengan produk-produk khas NTT dan ingin mencoba membeli produk khas masyarakat NTT seperti, kain tenun ikat, topi Rea khas Manggarai, berbagai kerajinan, serta rupa-rupa olahan makanan, kamu bisa langsung:

  1. Mendownload aplikasi Go NTT melalui Google Play Store bagi kamu pengguna smartphone Android. Setelah aplikasi terdownload dan terinstal,

  2. Bagi kamu yang belum punya akun terdaftar, kamu bisa menekan tombol “Daftar Sekarang” untuk melakukan registrasi. Yaitu dengan memasukkan nama, memilih username, alamat email, nomor hp, dan password. kemudian, tekan tombol Daftar

  3. Sesaat kemudian, kamu akan diarahkan ke halaman di mana kamu diharuskan untuk menginput “alamat tujuan pengiriman” jika nanti membeli produk melalui aplikasi ini. Setelah melengkapi semua data yang dibutuhkan, selanjutnya

  4. Kamu bisa langsung memilih berbagai produk yang terdiri atas berbagai jenis:

    1. Kuliner khas NTT

    2. Produk UMKM

    3. Alat transportasi di wilayah NTT, hingga

    4. Produk PPOB seperti pulsa (hp/PLN) serta pembayaran tagihan bulanan

  5. Kamu bisa memilih beberapa produk dan memasukkannya ke keranjang belanja atau langsung membeli produk tersebut dengan menekan tombol “BELI” > memilih jenis ekspedisi > dan melakukan Check-out, lalu akhiri transaksi dengan membayar tagihan

Cara #BeliProdukNTT melalui aplikasi GO NTT sangat mudah, bukan? Persis seperti yang biasa kita jumpai pada marketplace populer di tanah air lainnya. Jadi, bagi kamu yang sudah kangen dengan cita rasa makanan khas NTT ataupun ingin memiliki beberapa produk khas NTT, kamu bisa langsung mendownload dan menginstal serta menggunakan aplikasi GO NTT | Mikro Marketplace UMKM NTT by Bidlink Mitra Nusantara.




Waktu berjalan ini kayaknya cepat banget. Nggak terasa, tiba-tiba sudah tengah tahun. Sudah bulan Juni di tahun 2021 ini. Sementara, kayaknya belum ada apa-apa perubahan dalam diri. Hidup seperti tak bergerak sejak bulan Maret 2020. Stuck, di sini-sini aja. Ya, pandemi membuat saya tak bisa bergerak dan tak leluasa ke mana-mana. Jalan-jalan? Apatah lagi. Lah wong pulang ke Cilegon dari Citayam aja nggak berani.

Biasanya, sebelum pandemi pulang ke Cilegon bisa seminggu sekali. Sejak pandemi, sampai delapan bulan nggak berani pulang. Itu pun di Citayam nggak ke mana-mana kayak dulu. Kalau dulu biasanya akhir pekan bisa untuk kegiatan, ini Senin sampai Minggu tetep ngerem di rumah. Semua hari rasanya jadi sama libur semua. Lagian, sudah jadi freelancer sepenuh masa juga. Tapi, kata teman dibecandainnya freelancer yang banyak freenya. Hahahaha.

Beberapa kali, saya di ajak ke luar kota sama teman. Tapi saya belum berani naik kendaraan umum, terutama sekali bis. Gimana, ya. Asa takut gitu. Makanya salut sama teman yang bisa dan masih sering bolak-balik Jakarta-Cilegon naik bis. Tapi, nantinya saya juga harus berani. Karena mau nggak mau, kita memang harus berani berdepan dengan pandemi ini. Karena kita nggak tahu ngadepin keadaan gini sampai kapan. Asal, harus tetap taat prokes. Dan keluar kalau memang ada keperluan.

Ngomong-ngomong keluar kalau memang ada perlu, ada alternatif lain selain kendaraan umum yang biasa digunakan kalau mau ke luar kota. Ini bisa dijadikan referensi untuk orang-orang yang penakut kayak saya. Kita bisa menggunakan rental mobil dari TRAC. Rental mobil TRAC sudah menerapkan SMART protokol. 

Apa itu SMART protokol?

  • Penyemprotan rutin unit kendaraan dengan disainfektan setiap sebelum dan setelah digunakan. 
  • Petugasnya juga rutin dilakukan tes kesehatan. 
  • Penggunaan masker dan sarung tangan juga diwajibkan kepada pengemudi. 
  • Untuk penumpang, juga disediakan handsanitizer dan juga menerapkan physical distancing dan membatasi jumlah penumpang.

Lengkap banget. Ngomong-ngomong, apa itu TRAC? TRAC merupakan anak perusahaan PT Serasi Autoraya dan bagian dari keluarga Astra, yang memberikan layanan solusi transportasi secara menyeluruh. Ia berdiri sejak tahun 1986. Sejak berdiri, TRAC selalu berusaha mengembangkan produk dan pelayanan. Mulanya, hanya menyewakan lima mobil saja. Tapi kini TRAC telah berkembang menjadi market leader di bidang solusi transportasi yang mengelola hingga ribuan kendaraan, yang terdiri dari mobil, sepeda motor dan bus.

Selain itu, apa lagi kelebihan dari TRAC?

Sambut kembali aktivitas baru dengan lebih aman dan nyaman bersama TRAC buat teman-teman yang pulang dari Wisma Atlet dan memiliki hasil swab negatif  ada harga spesial mulai Rp259.000.

Syarat dan Ketentuan:

  • Promo ini hanya berlaku untuk psien yang telah memiliki hasil swab negatif dari wisma atlit
  • harga yang tertera termasuk BBM, tol dalam kota PPN 10%, masker, kacamata, pelindung, sarung tangan untuk driver, sekat pembatas driver serta penyemprotan disianfektan sebelum dan setelah pemakaian.
  • Reservasi maksimal H-12 jam dengan menunjukkan dokumen KTPdan hasil SWAB negatif dari Wisma Atlit.
  • Pembayaran dilakukan di depan.
  • Promo ini tidak digabung dengan promo lainnya.
  • Untuk pemesanan langsung dapat menghubungi PIC TRAC untuk Wisma Atlit, Fitri Amalia Hanif (0853 5600 0575) Nurlaela (0818 8833 172) Indra (0878 8094 7404)
Fitur Experience

TRAC To Go Experience merupakan fitur terbaru dari aplikasi TRAC To Go. Customer dapat memilih paket wisata yang disediakan oleh masing-masing cabang TRAC yang ada di berbagai kota di Indonesia seperti Bali, Malang, Jogjakarta, dan masih banyak lagi.

Di dalam produk Experience ini juga tersedia berbagai pilihan akomodasi mulai dari mobil penumpang berkapasitas 4 orang sampai Bus dengan kapasitas hingga 45 orang. Bekerja sama dengan vendor-vendor terpercaya seperti hotel bintang 4 dan 5, tempat-tempat wisata, serta beberapa restoran yang otentik, menjadikan layanan TRAC semakin lengkap untuk mengisi liburan keluarga maupun teman sekantor.

Pengen tahu lebih detailnya, bisa juga download aplikasinya di sini. Andorid dan Apple


·         Link GooglePlay Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.trac.tractogo&hl=en&gl=US 

 

Link Apple App Store : https://apps.apple.com/us/app/trac-to-go/id1459840738







Hampir sembilan bulan saya nggak pulang ke Serang. Sejak bulan September, di Citayam nggak ke mana-mana. Jadi orang rumahan yang sering sakit badan karena banyak rebahan kalau lagi nggak ada kerjaan. Kamar, ruang makan, dapur, kamar mandi tiap hari aktivitasnya di situ aja. Lama-lama, ini beneran jadi candu sampai kemudian malas ke mana-mana. Kalaupun ada keperluan, magernya masya Allah.

Selain terjemahan, kadang saya juga membuat kue. Donat, bolu atau apalah tergantung pesenan. Nah, kalau pesenan donat lagi banyak ini bikinnya bisa seharian. Ngulen dan sebagainya membutuhkan waktu lama serta menguras  tenaga. Seharian, kadang sampai nggak sempat makan. Selesai itu semua, selalunya langsung mandi terus langsung rebahan lagi. Kalau sudah capai gini, saya paling suka mengenakan baju yang berbau wangi. Selain mandi juga pakai sabun yang wangi-wangi. Kayaknya, wangi ini bisa jadi terapi buat penat lelah setelah ngadon.

Setelah mandi, biasanya dibarengi dengan leha-leha rebahan sambil sekrol media sosial. Waktu itu, sering banget iklan Scarlett muncul di Facebook. Apalagi, kalau lagi nonton video di Facebook. Iklan yang tak sampai satu menit itu membuat saya penasaran. Sabun cair warna ungu dan skincare kerap mampir di beranda. Skincare nggak penasaran, karena memang bukan pengguna. Yang sabun ini penasaran sebab suka wangi-wanginya.

Selain iklan di Facebook, sewaktu membuka Instagram juga lini masa kembali memunculkan macam-macam produk Scarlett. Ada body lotion. Lotion, adalah salah satu perlengkapan yang harus saya punya. Maklum, tangan agak sensitif. Malam, saya selalu rajin memakai lotion.

Awal bulan lalu, akhirnya saya coba cari-cari informasi mengenai produk Scarlett ini. Ada banyak review yang sudah saya dapatkan. Dan tiga produk ini akhirnya yang saya perolehi. Dikirim dan dikemas dengan aman, produk ini sampai dengan selamat. Nggak pecah. Dibungkus buble wrap. Eh, ini waktu baru sampai saya nggak sempat foto.



Waktu baru sampai, saya sempat mengunggah fotonya di story Whatsapp. Rupanya, beberapa tean komentar dan mereka pun penasaran dengan produk Scarlett ini. Sampai ada yang mau nungguin reviewnya. Hahahhaa... Maaf reviewnya lama, ya. Ini beberapa pengalaman menggunakan Scarlett selama lebih kurang tiga minggu.







1.       1. Pomegrante Scarlett Brightening Shower Scrub



Waktu lihat iklannya di Facebook, kirain botol sabun ini warna ungu. Ternyata, saya salah! Yang warna ungu itu cairannya, bukan botolnya. Sementara botolnya bening. Waktu produk Scarlett baru sampai, yang saya coba lebih dulu sabun cair ini. Gimana pengalamannya menggunakan sabun cair ini? Wadahnya, gampang dibuka, flip top dengan tulisan SCARLETT di atasnya. Ini mudah dibawa ke mana-mana. Atau kalau mau lebih simpel, bisa lebih mudah dituang ke botol sabun kecil untuk bepergian. Tapi, sekarang lagi jarang bepergian jadilah itu sabun nongkrong di kamar mandi aja.

Dalam cairan sabun, ada butiran gel kecil-kecil berwarna merah dan biru. Meski butiran, ini nggak kasar waktu dipakai. Baunya, manis dan wangi. Eh, manis? Iya, bau kayak gula-gula. Lembut pula wanginya.

2.      2.  Scarlett Jolly Fragrance Brightneing Body Lotion



Rutinitas saya memakai lotion biasanya pagi dan petang. Pagi, kalau mau berangkat kerja, malam kalau mau tidur. Dan meski di rumah aja, rutinitas pagi memakai lotion kerap saya lakukan meski kadang terlupa. Tapi kalau siang bisa berkali-kali kalau kulit lagi kering banget. Paling sering, itu malam hari. Nah, pas nyoba buka lotion Scralett ini wanginya menyeruak. Lembut dan wangi banget. Pakai malam hari, paginya masih wangi. Ini sempat ditanya teman di Whatsapp, gimana wanginya. Saya bilang, wanginya awet. Dan setelah disapukan ke tangan, lotionnya nggak begitu basah. Ada beberapa lotion setelah diusapkan ke tangan jadi terasa lengket.

Pernah nyoba pakai waktu keluar rumah. Keluar sejak siang hari, pulangnya malam. Itu bekas wangi lotion yang saya udap ke badan masih ada. Bahkan, nempel di kerudung. Lebay? Enggak, wong beneran. Pakai lotion ini, kayaknya nggak perlu pakai parfum lagi. Hahahahaha.

Kenapa wanginya bisa selama itu? Body lotion Jolly, wangi jollynya kayak wangi Yves Saint Laurent Black Opium Eau De Parfume. Itulah kenapa bisa tahan lama. Selain varian Jolly Scarlett, ada juga varian lainnya seperti,

Body lotion charming: wangi Charimng seperti wangi parfume Baccarat Rouge 540 Eau De.

Body lotion Freshy: wango Jo Freshy kayak wangi Jo Malone English Pear & Freesia eau de cologne.

Ini bisa nyobain nanti kalau yang Jolly udah habis.

3.       3. Scarlett Body Scrub Romansa



Luluran. Seberapa sering saya melakukan luluran? Tentu saja amat jarang. Tapi, pas udah ada Scarlett ini saya bisa melakukannya seminggu dua kali. Warnanya putih, dengan buliran-buliran halus yang tak sakit saat digunakan ini baunya lagi-lagi harum. Selain harum, wanginya juga tahan lama. Saya biasanya menggunakan sore hari, paginya masih ada sisa-sisa wangi.

Cara pakainya gimana? Langsung disapukan ke seluruh badan sebelum mandi. Terus, diamkan selama 2-3 menit. Baru setelah itu disiram air. Dan lanjut bilas lagi menggunakan Scarlett Shower Scrub. Tapi saya tak selalu. Kadang, cukup dengan Body Scrub aja.

Scarlett by Felicya Angelista ini awalnya saya pikir produk dari luar negeri. Rupanya, ini asli produk buatan mojang Bandung. Oh ya, body scrub, shower scrub dan body lotion Scralett ini mengandung Glutathione dan Vit E untuk mencerahkan, melembabkan dan menutrisi kulit. Selain itu, sudah terdaftar di BPOM. Tidak diujicoba kepada binatng.

Ngomong-ngomong, harganya berapa?

Seluruh harga produk, satuanya adalah Rp75.000. Tapi, ada harga paket hemat yang lima item, harganya Rp300.000 (bisa dapat box exclusive+free gift).

Bisa dibeli di mana dan bagaimana?

Semua produk Scarlett bisa dioreder melalui nomor Whatsapp, 0877-0035-3000. Line, @scarlett_whitening, DM Instagram @scarlett_whitening atau juga Shopee dengan akun Scralet_whitening.

Yang penasaran pengen nyoba, bisa klik-klik nomor dan akun di atas, ya. Alhamdulillah, selama menggunakan Scralett tidak ada iritasi kulit.

Owh ya, keaslian produk Scralett ini terjaga. Di setiap wadahnya ada barcode yang bisa kita scan dan nanti akan muncul informasi kayak gini. Jadi, jangan takut kita dapat barang tiduran, ya ^_^.




Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Teman-teman

Sering Dibaca

  • Minyak Gamat Bukan Hanya untuk Obat Luka
  • Kemerdekaan Bagi OYPMK Bagaimana?
  • Bagaimana Cara Membuat KTKLN?
  • Orenji, Salah Satu Restoran Jepang di Cilegon
  • Resep Sambal Terong Dicabein

Harta Karun

  • ►  2022 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ▼  2021 (8)
    • ►  Juli (1)
    • ▼  Juni (3)
      • Beli Produk UMKM Flobamora Online Kini Lebih Mudah...
      • TRAC To Go untuk Perjalanan yang Lebih Aman dan Se...
      • Review Tiga Produk Scarlett
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (41)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2017 (21)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (63)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (23)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2015 (137)
    • ►  Desember (25)
    • ►  November (20)
    • ►  Oktober (34)
    • ►  September (19)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2014 (52)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (74)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (13)
    • ►  Januari (14)
  • ►  2011 (87)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (18)
    • ►  September (13)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2010 (141)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (17)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (17)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (23)
  • ►  2009 (124)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Mei (16)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (105)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (22)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2007 (30)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (2)

Kategori

Ads Blogger Hibah Buku Celoteh Cerpen Featured GayaTravel KBO komunitas Murai Perjalanan Piknik Buku Pojok Anaz Reportase resep reveiw Semestarian Serial Sosok Teman TKW TripGratisan Volunteer

Catatan Anazkia By OddThemes | Turatea.com