Catatan Anazkia

Karena hanya tulisan yang bisa saya tinggalkan

  • beranda
  • Kisah
    • Serial
    • Cerpen
    • Celoteh
    • Reportase
    • Perjalanan
      • Gaya Travel
      • Trip Gratisan
      • Piknik Buku
  • Pojok Anaz
  • Murai
  • Sosok
  • komunitas
    • Volunteer
    • KBO
    • Semestarian
    • Blogger Hibah Buku
Berapa lama KBO (Klub Buku Online) mati suri? Sudah hampir tiga bulan sepertinya. Pengasasnya tidur kali :D. Terimakasih kepada sahabat-sahabat bloger yang setia menanyakan dan tetap setia juga mengikuti ketika ku tanyakan. Mohon maaf atas kemalasanku, sehingga terlantar begitu lama. Insya Allah, KBO kembali di adakan memasuki bulan ke 3. Buku yang di bahas masih sama, To Kill a Mokcing Bird. Dan untuk konfrensi YM, Insya Allah akan di adakan pada 21 Nopember 2009, jam 20 WIB. Tidak terlalu cepat bukan? Toh, buku ini sudah di suarakan sejak beberapa bulan lalu. Melalui update kali ini juga, aku kembali mengundang siapa saja yang hendak bergabung di Klub Buku Online. Mungkin ada yang tertanya2 apa sih KBO..??? klik aja beberapa infonya di sini (pengenalan KBO, Buku pertama KBO , resume KBO confrence KBO 2,) .

Syarat mutlak mengikuti Klub Buku Online ini adalah di wajibkan membaca buku yang akan kita bahas dan pastinya, memiliki ID Yahoo Messenger. Karena melalui YMlah kita mengadakan diskusi. Semoga KBO ke tiga akan lebih baik lagi, Insya Allah. Dan, khusus untuk sahabat-sahabat ku, teruntuk Teh Najwa, Wanja Al-Munawar, Damarati Sabda, Hilal, Rama S Rahmat, Anna Aprihati (sahabat Rumah Dunia) Aku harapkan partisipasinya. Juga untuk, Ivonie Zahra dan Mbak Ida Raihan, mbak Rie-Rie (Hongkong) juga berharap partisipasi mereka. Vera Ernawati, Fitri, Ulfa Rizki, Ria Adriani (SMO angkatan ke 5) Ikutan yuks...??? Semuanya, aku akan tag melalui Face book. Owh ya, Elpa juga ikutan yuk? Kalau KBO tetap, aku gak usah absen kali yah...??? Tapi, untuk perkenalan okeh juga mungkin :).

KBO terdiri dari para bloger dan pecinta buku (kalau aku pecinta rupiah :D). Kita tersebar dari sabang sampai Merauke yaitu... Susunan KBO, Penanggung jawab, Anazkia, Malaysia. Moderator, Fanda Amnesiana (Malang, bener gak mbak? takut salah nyebut lagi :D), Shinta Nisfuana Bandung, Mbak Quini Jakarta, Jeng Sri Dublin, Inul Surabaya, Henny Palembang, Wina Medan, Ranny Afandy Menado, Buwel tegal, Lilipery Jogja, Mbak Tisti Rabbani Jogja, Trimatra Jogja, teh Lidya Bekasi. Bener semua gak yah aku nyebutnya? kalau salah, silakan pada bawa pentungan. Di gebukin aku ikhlas ko ;)) (soale yakin gak bakalan sampe :D)

Selain para anggota, kita juga punya para suporter lho (jiah, kayak pemain bola ajah) maksudnya mah biar lebih semangat githu. Dan, para supporter kita adalah... para pengunjung setia anazkiablogspot, Mbak Renni, Mbak Elly, Pak Setiawan, Pak Ary, Bang Atta, mas Ivan Kavalera, mbak fanny dll. Duh, malam ini aku full absen, mohon maaf kalau ada yang tak di sebut. Pokoke, jangan lupa baca bukunya. Semangat! :) Owh ya, aku baru inget, aku juga pengen ngajak mbak Ateh :) ayuk mbak, ikutan KBO? di tunggu :). Mbak Wendy juga yah...??? makasih juga untuk mbak Annie, vitri, mbak Zeta, bening, mbak Sri. Prof Ijo, pokoke banyaklah yang aku gak bisa sebutin satu persatu :(. Semuanya yang dah berkunjung ke blogku lah...
Sebuah penghormatan, ketika pak Ikbal (Presiden Union Migrant) mengirimkan imel kepadaku, untuk mengikuti seminar,"INVITATION FOR THE LAUNCH OF DOMESTIC WORKERS’ CAMPAIGN TOOLKIT & CAPACITY BUILDING" meskipun ia kesalah tatkala beliau menunjukku untuk mewakili dari pihak UNIMIG. Merasa ada waktu, aku menyanggupi untuk pergi. Meskipun, aku yakin tak tahu alamatnya dan tidak tahu apa yang hendak di bicarakan. tapi, membaca butir-butir imel yang di forwardkan, aku sedikit faham. Sekurang-kurangnya ia berkaitan dengan tenaga kerja. Terutama, menyangkut pembantu rumah tangga. Dalam hati kecil, sebetulnya aku ragu, apa aku mempu untuk mengikuti. Secara, membaca forward e-mailnya, ia full menuliskan bahasa Inggris, tak sedikitpun terselit bahasa Melayu. "Jangan-jangan, forumnya berbahasa Inggris juga nih, aku membatin"
Berdasarkan petunjuk sms, alamatnya mudah saja untuk di cari. Shah's Village Hotel, Petaling Jaya. Menaiki Kereta api, melalui lebih kurang 20 stasiun. Dimana setiap stasiun satu dan lainnya lebih kurang memakan waktu 5-7 menit. Tak begitu jauh memang. Sampai di stasiun Taman jaya, Pak Iqbal bilang naik taksi. Maka, dengan tak ragu aku menuju kumpulan para taksi dan langsung menuju ke TKP. Sesampai di depan Shah's Village Hotel, supir taksi memberi petunjuk, katanya, "kalau hendak pulang, jalan saja ke kanan dari arah hotel, di situ adik bisa langsung naik LRT" Jiah... rupanya, dekat saja dari stasiun. Pelajaran pertama mengikuti seminar, "bermula dari kesalahan, kita menjadi tahu" Meskipun aku cengar cengir mentertawakan kebodohanku. Sampai di lobi Hotel, kembali celingak-celinguk. Lupa mencatat siapa yang mengadakan seminar. Nyoba telfon Pak Ikbal, hpnya sudah off, mungkin beliau sudah menaiki pesawat ke Medan. Maka, bertanyalah kepada recepsionist. Di tanya siapa yang mengadakan, aku asli nyengir kuda. Dasar dudul, mbok yah sebelum pergi itu catet dulu penyelenggara seminar. Beruntung ketika di tunjukan tempatnya, betul. masuk ke ruang seminar, tidak ramai yang datang hanya ada 3 buah meja. Dan, muka-mukanya, Masya Allah. Muka Melayu dikit banget. Asli, langsung jiper! di tanya dari perwakilan mana, Aku bilang mewakili Unimig. panitia menanyakan pak Ikbal, aku bilang beliau ke Medan jadi tidak bisa datang. Sungguh kesalahan besar tatkala pak Ikbal memberikan amanah ini kepadaku. Di meja pendaftaran, seorang perempuan India menyapa dengan bahasa Inggris, aku hanya membalasnya dengan bahasa Melayu. Masuk saja di dalam, aku duduk bersebelahan dengan perempuan melayu. sebelahnya juga lelaki Melayu dan perempuan berkerudung. Sedang meja sebelahku, kelihatan orang-orang India, China lainnya (setelah kenalan, baru tahu kalau mereka dari Vietnam, Filipina dan Mianmar). pembukaan di mulai, dan hasilnya, menggunakan bahasa inggris, asli, setelah di depan lobi hotel aku berhasil nyengir kuda, di dalam seminar aku kembali mlompong kiong. Wekekeke... mentertawakan kebodohan diri. Lagi-lagi, aku membatin. pak Ikbal salah mengamanahkan ini kepadaku. Sewaktu perkenalan, aku cuek aja ngomong bahasa Indonesia dan bilang gak bisa ngomong bahasa Inggris (memalukan!) but, aku cuek aja :D secara, aku sedikit-sedikit boleh faham bahasa inggris tapi, kalau suruh ngomong, jangan harap!. Setelah perkenalan, ada break sebentar untuk sarapan, aku duduk-duduk aja di di situ, tanpa keluar. seorang perempuan berwajah China mendekatiku, dan menanyakan serba sedikit tentang UNIMIG juga keterlibatanku di dalamnya, apa aku perwakilan UNIMIG untuk PRT?. (Jiah, aku bilang aje kagak tahu menahu, secara aku ini baru kenal UNIMIG beberapa bulan lalu). ebetulan aja aku mengenali pak Ikbal (sebenernya, pak Ikbal sudah lama menawarkan aku untuk masuk ke UNIMIG. Akunya aja yang males. . Ini memalukan yang keberapa yah?. Perempuan itu bernama Vivian, tinggi kecil badannya, cantik wajahnya dan lembut tutur katanya. ia mewakili dari CARAM Asia. Sebuah NGO yang bergerak di bidang domestik worker's. Kinerjanya, kalau aku lihat tak jauh beda dengan TELAGANITA (penyelenggara seminar). Yang menarik dari wanita ini, ia memakai t-shirt berwarna oren, di belakangnya bertuliskan, "One Paid Day Off" wah, rupanya ia sedang mengkampanyekan seminggu sekali libur untuk para pekerja domsetic helper. Wah, salut aku. Tapi, aku bener-bener mustahil dengan dengan isu ini. rasanya, ko sulit yah, di aplikasikan? Mengapa...??? to be continue... Dalam seminar ini, aku benar-benar menemukan wajah negeri sebenar Indonesia tentang traficking dan dunia wanita. Sungguh PR yang sangat besar untuk menteri pemberdayaan wanita. (yaelah Naz, mentrinya kagak bakalan baca) Gak ngaruh, yang penting, mbak Elly dan wanita-wanita lainnya baca tulisan ini.
Terimakasih banyak, untuk sahabat bloger semua, atas komentarnya juga semangat yang di berikan. Berbagi, memang tak rugi.Dapat semangat baru, juga sahabat baru. Pokoke, terimakasih untuk Pradna (dengan spamernya), Mbak Wendy (juga dengan spamnya), Mbak Elly, Mbak Lidya, Mas Sugeng, Pak Setiawan, Henny, Yunna, Mbak Fanda, Bening, Mbak Tisti, Mbak Fanny, mas tree, Mbak Ateh, Mbak Ranny, Mbak Becce, Phonank, jeng Sri, Wong Jalur, Mbak Annie, Mbak Illa dan Vie_three. Kalau nanti ada komentator baru, ku ucap terimakasih juga hehehe... (GR banget deh).
Terkadang, bahkan sering, aku mengingat sahabat bloger semua, tentang kebiasaannya juga cerita2 di blognya. Nah, kalau bikin kopi, inget mbak Elly, pak Setiawan, Shinta (siapa lagi yang suka kopi?). kalau lihat buku, inget mbak Fanda, Shinta, Mbak Renny, Lilipery dan temen-temen KBO lainnya. Lihat karya sastera. inget mas Ivan Kavalera, lihat ember, inget mpok ratu ;)), lihat warna biru, inget Inul. Lihat tulisan Jogja inget mbak Tisti, lihat orang keseleo inget mbak rennyhalah, pokoke banyaklah. Yang gak di sebut, jangan marah :) Kembali kepada mengingat, nah di belakang rumah, ada sebatang pohon. Entah ia dari jenis apa. Tapi, buahnya serupa dengan Strowberry. Meskipun pohonnya lebih tinggi karena ia beranting (gambaran strowberry mbak Wendy nih.. wekekeke..) Rasanya, kalau aku bilang pun tak jauh beda, masam2 manis. Meskipun buahnya lebih kurus dari strowberry. Ia tumbuh di dekat jemuran baju. jadi, kalau pas berbuah, senang aja aku mengutipnya dan memakannya di situ sambil menjemur baju. Tanpa di cuci! :D. Anak asuhku juga menyukainya. Nah, kalau lihat pohon itu, aku pasti ingat mbak fanny penggemar stowberry yang baik hati :) Makasih yah mbak, atas postingannya juga awardnya, juga bukunya :) sengaja aku minta mbak, biar semangat posting, sampai 500. Aku yang sudah dua tahun ngeblog aja belum sampai 300 (ketahuan banget malesnya) jadi, Insya Allah, mau mensupport diri biar bisa posting sampai 500 bahkan, kalau bisa sampai 1000 (Kalau mbak fanny posting sampai 1000, mo kasih apa ke kita2 mbak?) sepertinya, tahun depan sebelum bulan yang sama, mbak sudah mendapatkannya :). Pokoknya, di tunggu postingan yang ke 1000 (lho, ko malah nunggu mbak Fanny, harsunya khan aku) mikir, nunggu berapa tahun yah kalau aku...???. Inilah posting sesi pajang award dan ucapan terimakasih. Semoga, dengan semangat dari sahabat-sahabat semua betul-betul membawa "ruh" baru dalam diriku. terimakasih ku ucap, semoga yang Kuasa selalu menemukan kita dalam kebaikan. Juga saling mengingatkan, untuk kebaikan. Insya Allah...
Award dari mbak Fanny
Sang kucing bersama kedua anaknya (sungguh penyesalan itu datang terlambat, andai kita tak membuang anaknya... :((
Di rantau, aku mengenali seekor kucing. Hitam warnanya, betina kelaminnya. Awalnya, ia hanya sesekali datang. Hanya lewat sekejap, di belakang rumah. Lama kelamaan, ia semakin kerap datang dan aku mulai memberinya makan. Sejak saat itu, ia mulai selalu datang di belakang rumah. Dan aku, masih selalu memberinya makanan. meskipun kadang berebutan dengan ayam-ayam tetangga. Maka, rutinitas memberi makan kepada kucing menjadi jadwal baru untukku.

Kucing itu hanya di luar, tak pernah sekalipun masuk. Tapi, lama-lama, ia berani masuk juga. meskipun hanya nongkrong di dekat meja gosok, atau sekdar tidur menemani aku yang menggosok baju. Aku membiarkannya. Aku tahu, majikanku tidak menykainya. Semakin lama, ia semakin berani. Dan seperti menganggap, itulah rumah baru dia. Dapur, adalah injakkan selanjutnya. Tapi, ia tak pernah masuk ke ruang tengah. Hanya sebatas dapur, dan tempat gosok baju.

Keluarga majikanku mulai meributkannya. Dan, semakin lama, kucing itu semakin berani. Akupun semakin memanjakannya bahkan, sejak saat itu, aku rajin memandikannya. meskipun ia menangis-nangis (mang kucing nangis kek apa yah...???) Dan majikanku, mulai biasa saja dengan kucing tersebut. Pun dengan keluarga lainnya. Bahkan, kita di untungkan, karena, tiada lagi tikus yang berkeliaran di dalam rumah. Sang kucing dah biasa tidur di dalam rumah bahkan, malam hari pun ia tidur dengan lenanya di depan TV.

Waktu berlalu, karena kucing sang betina maka, mengandunglah ia. Dan, terlahirlah dari rahimnya dua ekor kucing. Fiuh.. sungguh menguras kesabaran. Semakin besar anaknya, semakin repot aku di buatnya. mencuci kotorannya, jadi agenda sehari-hari. Kadang aku bersungut kesal. Sudah berulang kali aku letakan sang kucing dan kedua anaknya, ia tetap saja pup dan kencing ke tempat sediakala. Semakin besar, bukan semakin pandai seperti emak kucing, sang anak malah semakin meraja lela. setelah main dari luar, ia dengan enaknya masuk ke dalam rumah untuk pup (herannya, dia kalo pup di tempat cuci piring). Akhirnya, aku protes dengan majikanku setelah ia mulai pup di kasur. Dan aku, menyuruh majikanku membuang anak-anak kucing tersebut (Anaz sadis! :( Maka, terbuanglah sang anak kucing yang mulai remaja di sebuah pasar. Dan sang emak kucing di tinggal di rumah.

Sang emak kucing memang sudah mulai menua, kerjaannya hanya tidur saja. Aku juga mulai jarang mengurusinya. Tak kerap lagi memandikan. Makan pun kadang terbengkalai (duhai kucing, mohon maafkan aku...) Semakin lama, kucing semakin suka tidur. Dan susah sekali makan. Kalau dulu segala jenis lauk boleh di makannya, sekarang tidak. ia mulai pilih-pilih makanan. Aku sering kesal di buatnya. Dan aku mulai tak peduli. Puncaknya, beberapa hari setelah lebaran kemarin, begitu banyaknya makanan, dia pun enggan menjamahnya (maksudnya, aku letakan di pinggan dia) alhasil, aku semakin cuek ama dia. Dan sejak saat itu, aku mulai jarang melihat kelebatnya. terakhir, dia masuk rumah. Dan ia tidur di bawah meja gosok baju, lama sekali. Tak lagi peduli dengan makan, sebelumnya, ia sudah tercecer pupnya kemana-mana. Padahal, sebelumnya sang emak kucing sangat bijak. Tak pernah pup di rumah. Aku mulai geram lagi dan berniat ingin membuangnya lagi. Sejak saat itu, aku tak ramah lagi sengannya dia pun sepertinya mulai takut denganku :((.

Sampai suatu ketika, ia tak lagi nampak batang hidungnya. Tak juga aku mendengar suaranya. beberapa hari. Aku menunggunya. Aku mencarinya. Aku fikir, dia sudah mendapat majikan baru. Dan dalam hati, bersyukur kalau dapat tempat yang lebih baik. Sampai suatu ketika, beberapa hari lalu. tatkala aku sedang mengemas dan menyapu ini itu di halaman, aku terbuka pintu sebelah rumah, tercium bau aroma yang sangat busuk. Mataku mencari ke sekitar, dan, rupanya di bawah meja yang penuh dengan barang-barang sang kucing sudah terbujur kaku. Di kelilingi semut-semut dan beberapa lalat. Ya Allah... tak tergambarkan perasaanku. Aku menangis... Ya Allah... betapa jahatnya aku dengan kucing itu. 

Dengan berat hati, dengan perasaan bercampur baur, aku menggali lubang untuk menguburkannya. Aku sendiri yang mencangkul tanahnya. Tak terasa, selama menggali lubang, aku terkenang segala sikap jahatku kepadanya. Betapa sedihnya. Betapa naifnya terkadang jiwaku sebagai manusia. bahkan, untuk seekor kucing. Aku menangis.. lebih sedih ketika membayangkan siapa kelak yang akan mencangkulkan tanah pekuburan untukku...??? Ah, air mata itu, dengan murahnya ia mengalir deras. Pun, ketika aku harus mengangkat bangkai sang kucing, juga meletakannya. Sampai disitulah persahabatanku dengannya. Aku yang menguburkannya, aku juga dulu yang sering memarahinya. Inilah akhir dari pertemuan kita... "Kucing, andai kamu tahu rasaku ketika itu..." 

Tadi siang, aku online melalui Yahoo messenger dengan salah seorang sahabatku, Mariatul Qibtiyah, sahabat Aliyah. meskipun sering bertukar sapa di Facebook tapi, kita jarang sekali tegur sapa di YM. Dia kini telah menjadi seorang Guru, semoga semangatnya selalu terpacu, untuk mendidik anak-anak negeri yang lebih berpekerti Insya Allah... Berbincang kesana kemari, bicara pertemuan dan kerinduan rupanya, sudah begitu lama kita tidak bersua di dunia nyata. Ujarnya, enam tahun hakikatnya tapi, sesekali kita berjumpa setelahnya. Tapi, aku menyelanya, "sudah empat tahun aku di Malaysia". Artinya, sebegitu lamalah aku tak bertemu dengannya. Tapi, obrolan itu mulai menyimpang.

Di saat aku menyela empat tahun, Ia menukas "Dah mau wisuda dong...???" Aku terkekeh, tertawa guling-guling, menjawab cepat, "Ia, ngegosokin Toga orang". 

Mendung bergulir, rupanya hari bertanda hujan (meskipun hanya rinai-rinai kecil) aku buru-buru keluar dari kamar, mengangkat jemuran. Balik lagi kekamar, rupanya Qibty memberikan tanda tanya. 

"Masa sih...???" katanya. 

Aku jawab aja, "Lah iya, mosok PRT pake Toga? yang ada, paling pake celemek kalau mau masak". Lagi-lagi, aku memberi emo tertawa. Malangnya, untuk kesekian kalinya, Ia tak mempercayai kata-kataku. Padahal, sudah sejak lama, setelah ukhuwah kembali terjalin, aku sudah berkata, bahwa i'm just a maid in Malaysia baik melalui telphone, atau pun via sms. 

Qibti, sahabat Aliyah yang hanya beberapa bulan saja aku sekelas dengannya. ketika kelas satu, catur wulan tiga (saat itu, masih menggunakan sistem catur wulan). Mungkin, dan bahkan memang, Dia tidak mengenaliku sepenuhnya. Padahal, kalau di runut ceritanya, sudah sekian lama aku menggeluti profesi itu. Sejak aku duduk di bangku sekolah. Mungkin, dulu aku segan atau malu dengan statusku yang hanya pembantu tapi, kini, Alhamdulilah aku menghargainya. karena profesi itulah, aku bisa sekolah meskipun tak sampai kuliah. Ko bisa sih aku sekelas sama Qibti hanya beberapa bulan? Aku sekelas dengannya ketika aku menjadi murid baru di sekolah tersebut.

Awalnya, aku belajar di salah satu sekolah yang cukup terkenal di Kabupaten. Dan aku ketika itu ingin sekali bisa memasukinya. Alhamdulilah, aku lolos juga seleksi tapi, ia tak bertahan lama. Belajar di sekolah yang termasuk favorit dengan segudang kegiatan begitu menyita waktuku. Pekerjaan rumah terbengkalai, prestasi sekolah juga terabai. Nilaiku turun drastis, badanku pun semakin kurus layaknya morvinis. Akhirnya, Om Christ (majikanku) memberi saran untuk pindah sekolah. Dengan berat hati, aku mengikuti sarannya. Di situlah, aku mengenali Mariatul Qibtiyah dan sahabat-sahabat lainnya. Aku yakin, ketika itu banyak yang menganggapku "orang kaya" gimana enggak, dateng di anterin ama mobil sedan (Lah om Christ sama Tante Leli yang nganter). Tak heran, ketika beberapa sahabat mulai akrab, ia betul-betul di tanyakan. Dan, untuk sahabat dekat saja, yang aku bilang ia mobil majikanku. 

Tak semudah itu juga mereka mempercayainya. Aku seperti kelihatan tajir pada luarnya (muka desa tapi, rizki kota wekekeke...) Tapi, fakir pada kenyataannya. Tapi aku gak sedih, semua kulakukan biasa saja. Mungkin Qibti hampir tidak percaya lagi membaca ini :D. Tapi, inilah cerita hidup sahabat. Aku tidak harus malu mengakui asal usulku. jadi, jangan pula kamu ragu-ragu dengan ceritaku. Hanya empat bulan kita satu kelas tapi waktu yang mengakrabkan kita. Dimana, kita masih bisa bersama-sama mengikuti pelatihan jurnalistik di sebuah sekolah (bekas sekolahku dulu khan...??) kita masih bisa di temukan di Rumah Dunia, kita juga pernah sama-sama menginjak SIGMA, tentunya, Aku bukan sebagai pengurus sepertimu tapi, sebagai peserta kegiatannya.

Saat itu, Aku sampai ke kantor Kompas bersama dengan angkatan kaka kelasmu. Kini, ibumu bisa tersenyum melihatmu sebagai seorang Sarjana dan kini mengemban gelar "Pahlawan tanpa tanda jasa" Dan Ibuku, hanya mampu tersenyum melihat anaknya hanya mampu menjadi tenaga kerja wanita dan bergelar, "pahlawan devisa." Padahal, dulu ibu kita sama-sama tersenyum ketika melihat kita di pentas sebagai tiga besar terbaik dari masing-masing kelas. Kamu kelas IPA dan aku kelas IPS. Tapi, itulah nasib sahabat. Aku tak pernah menyesalinya. Sekurang-kurangnya, gurauanmu, ku semat di hati. Bahwa aku, masih memimpikan memakai toga, untuk bergelar sarjana (bukan toga merah yah?).
 
Mariatul Qibtiyah, why you don't believe with me if i'm just a maid? so, look about all my employer's (jiah, sok, padahal mah salah)
 
Majikan terlama yang pernah aku bekerja. Mereka juga yang menyekolahkanku mula-mula, dan menyemangatiku untuk terus menuntut ilmu. Dulu sih belum punya anak. (Om Christ ma tante Leli)

Kedua anak majikanku setelah lulus Aliyah. Inilah kali pertama aku bekerja mengasuh anak. Yang cowok, aku mengasuhnya sejak bayi, sampai usia dua tahun. Sekarang dah besar, dah lupa mungkin ma aku. "Alfi, mbak Ana kangen..."

Keluarga besar majikanku di Malaysia
  

  

Anak yang aku asuh sehari-hari, Aufa. Selain Aufa, ada juga yang lain sebenernya tapi, uploadnya lama... :D
Kalau kemarin bilang, menulis itu konon katanya harus dari hati (kalimat entu rupanye banyak yang bilang yah) kali ini, aku akan mengutip sebuah catatan kaki. tentang menulis bahwa, menulis itu, katanya ada tanggung jawab moral. Tapi, kalau saya baca, itu khusus untuk media massa. Dan, media massa memiliki fungsi sebagai pelayanan sosial. Tapi, bisa di contek juga khan untuk para bloger..?? Secara, para penulis bloger khan tulisannya dibaca orang juga :) Dan ternyata, katanya, fungsi pelayanan sosial media massa itu di rangkum dalam empat fungsi.
-Fungsi informasi (to inform) -Funsi pendidikan (to educate) -Fungsi hiburan (to entertain) -Fungsi kontrol sosial (sosial control) Aku gasak dari modul ILNA CENTER.
Dilihat dari fungsi-fungsinya, beberapa media massa sudah memiliki itu semua. Di jaman informasi yang serba canggih, pemberitahuan yang cepat dan tepat, tentunya sangat di butuhkan. Meskipun, tak sedikit juga informasinya yang salah (nah lho, ini kemana hukum 5W1H...???) Juga, tentang fungsi pendidikan, ketika semua tak mampu mengenyam bangku sekolah media massa di harapkan mampu memberikan informasi yang mendidik. Karena, tugas mendidik tak hanya saklek milik seorang guru. Hiburan, hmmm.. sepertinya kita sangat membutuhkan. Tapi, kalau melihat media-media kita, sepertinya, hiburannya dah kebablasan yah...??? Aku bingung malah nulisnya. Lebih bingung lagi, tentang kontrol sosial. Kalau fungsi media sebagai kontrol sosial, kenapa terkadang tulisan media malah gak bisa mengontrol yah? malah jadi lepas kontrol...??? (tapi, ini gak semua khan...???) lagi, lagi, kembali kepada diri masing-masing... Ini posting ngelindur sebelum tidur. Jadi, mohon maap jikalau ada salah2 kata dan ucap.
Mungkin, ini aja sharenya. Jujur, kalau aku sendiri, nambahin tuh fungsi menulis dinataranya, Fungsi acak kadut (karena ini termasuk tulisan aku) Anda, tergolong yang mana...???
Mumet, mikirin apa yang mau aku posting...??? Kebanyakan yang mau di tulis, akhirnya semua tidak tertulis :). BTW, kalau ada yang nanya, puisi "Kau Cari, Bidadari Syurga" itu untuk siapa? aku jawab, "Ia untuk Buwel". Dan soalan selanjutnya, "Apakah bidadari yang di maksud adalah Anazkia?". Yah tentu saja bukan!. Silakan baca komentarnya Buwel hehehehe... Tadi malem, aku BW tapi, maaf lum sampe ke rumah mbak Fanda, mbak Puspita, mas Yudie dan mas Cahyadi.
Ok, back to posting gak penting. Kata para penulis buku (Ko kiblatnya salah yah? harusnya khan kata penulis blog...) secara, aku gi pengen kembali menjadi penulis buku *dalam kurung, buku harian bukan penulis buku percetakan* Kembali ke kata penulis buku, kalau nulis itu, yah harus dari hati. Sip, makanya, sekarang aku mau nulis dari hati dan apa yang hatiku rasakan. Dan kata penulis buku juga, jadilah MUDS (Menulis Untuk Diri Sendiri) ko keknya di balik-balik yah...??? Akhir-akhir ini, aku sering menyendiri. Selalu di kamar, hasilnya, aku ko merasa jadi orang yang begitu pasif di dunia nyata. Sedikit pendiam ama orang rumah, suka memendam kalau lagi marah. weleh... gak penting banget. Kadang merenungi diri, sejauh mana berartinya hidupku untuk orang lain, ternyata, sangat sedikit sekali. Aku masih memikirkan "Mencari Jalan Pulang" Sedikit penat dengan rutinitas harian. Sepertinya, itu yang di hati. Dan, apa yang ku perhati, sepertinya, aku harus cepat2 pulang ke kampung halaman... (mohon doanya sahabat semua) Eh, ini ko jadi curhat yah..??? Pengen nulis kek mbak Elly yang bisa menyelindungkan sang objek, ko suseh ya...??? Hehehe.. entu sih mimpi kali. lho, ko tulisanku mulai ngelindur :D. Mungkin, ini aja kali yah posting gak pentingku. Semoga hari ini, menjadi hari yang penting buatku. Insya Allah.. Ku mulai pagiku, dengan Basmalah...
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Teman-teman

Sering Dibaca

  • Minyak Gamat Bukan Hanya untuk Obat Luka
  • Kemerdekaan Bagi OYPMK Bagaimana?
  • Bagaimana Cara Membuat KTKLN?
  • Resep Sambal Terong Dicabein
  • Bunga Tahi Ayam Untuk Arr Rian

Harta Karun

  • ►  2022 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (41)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2017 (21)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (63)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (23)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2015 (137)
    • ►  Desember (25)
    • ►  November (20)
    • ►  Oktober (34)
    • ►  September (19)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2014 (52)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (74)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (13)
    • ►  Januari (14)
  • ►  2011 (87)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (18)
    • ►  September (13)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2010 (141)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (17)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (17)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (23)
  • ▼  2009 (124)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (6)
    • ▼  Oktober (7)
      • Up-Date Klub Buku Online 3+ Undangan
      • One Paid Day Off Campaign, Mustahil!
      • Ucapan Terimakasih Dan Majang Award
      • Akhir Dari Pertemuan
      • Untuk Sahabatku, Mariatul Qibtiyah
      • Menulis Itu...
      • Posting Gak Penting
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Mei (16)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (105)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (22)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2007 (30)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (2)

Kategori

Ads Blogger Hibah Buku Celoteh Cerpen Featured GayaTravel KBO komunitas Murai Perjalanan Piknik Buku Pojok Anaz Reportase resep reveiw Semestarian Serial Sosok Teman TKW TripGratisan Volunteer

Catatan Anazkia By OddThemes | Turatea.com