Catatan Anazkia

Karena hanya tulisan yang bisa saya tinggalkan

  • beranda
  • Kisah
    • Serial
    • Cerpen
    • Celoteh
    • Reportase
    • Perjalanan
      • Gaya Travel
      • Trip Gratisan
      • Piknik Buku
  • Pojok Anaz
  • Murai
  • Sosok
  • komunitas
    • Volunteer
    • KBO
    • Semestarian
    • Blogger Hibah Buku


Sasa Santan Kelapa
Selama ini, sasa bagi saya identik dengan micin, sebagai penyedap rasa. Iya, dari kecil saya fahamnya itu saja. PT Sasa Inti didirikan sejak tahun 1968 oleh Rodamas. Nama Sasa merupakan kependekan dari “Sari Rasa” yang diterjemahkan sebagai sari dari rasa dan gambaran fokus utama bagi perusahaan. (sumber website Sasa).

Empat puluh sembilan tahun perjalanan Sasa, kini varian penyedap rasa diciptakan oleh Sasa. Mulai dari Sasa Tepung Bumbu, La Rasa Bumbu Instan, Sasa Saus, Sasa Kaldu Pelezat, Sasa Sambal Terasi, Sasa Penyedap Rasa dan yang terbaru adalah Sasa Santan Bubuk dan Sasa Santan kelapa.




Rabu, 20 Desember 2017 lalu bersama dengan teman-teman blogger dan ibu-ibu Komunitas Kreasi Sasa  saya berkesempatan hadir pada Launching  Sasa Santan Kelapa di kantor Sasa Inti Palmerah. Acara dimulai pukul sembilan pagi. Hebatnya para ibu, sejak pukul 08.30 sekian, ruangan sudah dipenuhi oleh para ibu yang mengenakan dress code hijau. 

Jam sembilan lewat, acara dibuka dengan adanya talkshow bersama dengan Chef Vania dan Pak Cipto. Chef Vania memaparkan bahwa dalam kesehariannya memasak, ia sering sekali menggunakan santan. Menurutnya, selama ini ada beberapa salah kaprah yang dilamai oleh banyak orang. Bahwa mereka takut menggunakan santan karena mengandung lemak. Padahal, sejatinya emak dibagi ke dalam dua bgaian. Lemak baik dan lemak tak baik. 

Talkshow




"Bahkan, sekarang pelaku diet keto banyak yang menggunakan santan sebagai salah satu pendukung makannanya. Untuk minum kopi dan konsumsi lainnya." Kata Chef Vania.

Masih menurut Chef Vania, bahwa ada beberapa kelebihan santan, di antaranya, memberikan tekstur pada makanan yang dimasak. Baik lauk mau pun puding. Menambah nafsu makan, juga sebagai tambahan gizi dan nutrisi. Chef Vania juga menambahkan, bahwa gizi dan nutrisi yang terkandung di dalam santan antara lain, dalam satu sendok makan santan, megandung 120 kalori, lemak baik, sumber kalsium mineral, kaya dengan vitamin C, B, B-6, sumber protein juga gula sebagai energi.

Mungkin ini juga yang digunakan para penganut diet keto. Banyak mengkonsumsi santan untuk keseimbangan. Ciri-ciri santan yang baik, bisa diketahui dari aromanya. Yang fresh dan alami itu tidak bau tengik. Meski ada sebagian orang yang menganggap bahwa tengik adalah bagian dari bau kelapa itu sendiri.



“Santan sasa yang kami buat, karakter santannya itu seperti santan asli. Tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer, ” Kata Pak Sutjipto. “Selain itu, sasa santan kelapa bisa langsung dipakai, tanpa harus dimasak dulu.” Tambah Pak Sutjipto lagi. Jadi, menurut beliau sasa santan kelapa bisa dinikmati begitu saja tanpa harus dimasak dulu. Dan ini dibuktikan ketika acara oleh Chef Kong, membuat jus mangga, lalu dituang sasa santan kelapa. Enak banget! ^_^

Setelah selesai talkshow, selanjutnya adalah sambutan dari dirut PT Sasa Inti, Pak Ronny A Imbar. Tanpa panjang lebar, Pak Roni. Beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada para tamu undangan yang hadir mengikuti launching santan sasa. Baginya, ini adalah hal baru mengenalkan produk baru sasa bersama dengan rekan blogger.

“Kelahiran produk sasa di awalnya adalah MSG. Sampai saat ini, MSG sasa paling banyak dipakai oleh rumah tangga dan restoran.” Papar beliau sebelum membuka replika kelapa besar yang berisi kemasan sasa santan kelapa.


Usai peluncuran produk sasa santan kelapa, selanjutnya adalah demo masak. Beberapa resep dengan bahan dasar santan diolah oleh Chef Kong. Ikan dori filet, jus mangga santan menjadi masakan utama yang disajikan.

Tak lupa, di acara terakhir sebelum sesi photoshot makanan, ada Mbak Ayu Diah Respatih yang memberikan wejangan mengenai tips memotret yang baik. Terakhir, tentu saja kesibukan memotret dari para peserta yang hadir. Ditutup dengan makan siangsetelah acara usai, kami dijamu makanan berbahan dasar santan yang rasanya tentu saja juwarak! Eh, tapi kayaknya yang juara banget soto betawinya, sih ^_^




 Beberapa kreasi masakan sasa santan kelapa




Seru betulya acara Launching Sasa Santan Kelapa ini. Mau juga ikutan keseruan acara Sasa? Yuk bergabung di Komunitas Kreasi Sasa (http://bit.ly/GroupKomunitasKreasiSasa). Temukan juga inspirasiresepdan tips jitu lainnya di sosial media Kreasi Sasa @kreasisasaataukunjungi www.kreasisasa.com
#SasaSantanKelapa #AslinyaSantan #KreasiSasa #BelajarMasak #MasakanRumah  
Ngerjain Arie buat swa foto :D

Draft ini sudah ada sejak tanggal 25 September 2017 lalu. Tapi masih belum tayang juga. Eh, tapi gimana mau tayang kalau isinya aja nggak ada :D. Lalu kemarin muncul kenangan postingan Kak Magda dua tahun lalu di Pameran Kelas Inspirasi Banten. Nah, di situlah semua bermula "Jodoh pilihan Mbak Anaz'

Ceritanya, pada September lalu tepatnya pada 16 September  Arie menikah. Sebelum dia menikah, jauh-jauh hari sudah mengabarkan kepada saya tentang pernikahannya. 

9 Agustus 2017

"Mbak Anaz yang sok sibuk, sedang apa?"

"Sedang balas chatnya Arie yang juga sibuk."

"Hahahahaha... Iya, nih. Masih di kantor jam segini. Sok sibuk banget. Hahahaha. Mbak Anaz, kan, banyak acara, Arie mau minta 1 hari Mbak Anaz datang ke acara Arie. Masih jauh, sih, waktunya. Tapi biar Mbak Anaz bisa prepare."

"Tanggal berapa, Rie?."

"16 September. Pake undangan nggak, nih?"

"Terserah Arie."

Mendengar kabar Arie mau menikah, saya perolehi seminggu sebelumnya. Meski sudah tahu lebih jauh hari lagi dari Fayruz. Sebetulnya, agak sebal ketika kabar pernikahan teman dekat diketahui kabarnya dari orang lain. Bukan dari orang yang bersangkutan. Makanya saya bilang terserah. Ahahahahaaha.... Dan, meski pun Arie mengabarkan dari bulan Agustus, di tanggal 16 September sebetulnya saya sudah mendaftar Kelas Inspirasi Pemalang (KI). Bayangin, ada KI di kampung kelahiran, masak nggak datang? Giliran daerah-daerah lain didatangin. Gambling!

"Arie nikahnya sama Fatma, kan?"

"Iyah. nikahnya sama Ifat Fatmawati. Perempuan pilihan Mbak Anaz itu, loh. Hahahaha."

Saya tertawa. Teringat dengan kejadian dua tahun lalu. Di sebuah acara, beberapa hari sebelumnya Arie sudah wanti-wanti akan datang, dan mengabarkan jika akan mengenalkan dengan dua orang kawan dekatnya. Ya, Arie mengajak kawannya dalam waktu bergantian. Di hari H acara, Arie mengenalkan saya dengan temannya. Tak begitu akrab, karena ia banyak melekat dengan Arie. Hari kedua, Arie kembali mengenalkan saya dengan seorang kawan lainnya. Seorang cewek periang, tak malu bergabung dengan kami yang baru kenal. Tak juga menguntit Arie ke mana-mana.

Pertama kali ketemu dan kenal di sini, kalau nggak salah Desember 2015. Tanggalnya lupa. Kayaknya, 19 Desember :)


"Gimana, Mbak Anaz?." Tanya Arie waktu itu juga di sela-sela kesibukan bertemu dan bermain dengan kawan-kawan.



"Nggak tahu." Saya mengedikan bahu.

Mengingat Arie, dan mengingat perkanalan dengannya, saya jadi ingat pernah menuliskannya serba sedikit di instagram tahun lalu,

Arie, atau nama lengkapnya Nur Arifin ini saya kenali tahun 2013. Barengan sama Suraip, Markijal, Kak Magnet, Karump dan Kalisdong. Saat itu, kami hendak ke Pulau Tegal-Lampung. Pertama kali bertemu dan pertama kali membuat kegiatan bersama-sama.
Kalau dipikir, kenekatan kami hampir serupa kebodohan. Ah, tapi lebih tepatnya bodoh memang. Pergi ke sebuah tempat baru, bersama dengan orang-orang baru sementara kami tak mengetahui apa-apa.
Arie ini, kayak batrei energizer yang nggak mati-mati selama 24 jam. Sepanjang jalan, ia tak henti berceloteh, bercerita dan membicarakan apa saja.
Tapi, sekarang ia lebih pendiam. Itu pengakuannya. Karena menurutnya, ia sudah dewasa. Dan kini, ia acap meledek saya, "Mbak Anaz, mah, sekarang ember. Dulu pertama kali ketemu pendiam...." dan bla... Bla.. Lainnya.
Arie sekarang nggak pendiam-pendiam amat, sih. Seenggaknya, masih suka becanda, masih suka curhat dan masih bisa dijambak rambutnya.

Begitulah Arie. Ia kadang-kadang sering curhat banyak hal. Termasuk, teman-teman perempuannya. Lalu, ketika ia menanyakan perempuan manakah yang lebih cocok untuknya, saya tentu saja misuh-misuh. Jawab saya waktu itu, "Lah, Arie yang mau nikah, kenapa nanyanya sama Kanaz?." Meski begitu, tentu saja saya memberikan jawaban dari pertanyaannya. Menjawab dengan selera saya tentu saja. Hahahahaha...

Lantas, ketika ia menikah bulan September lalu, ketika di atas pelamin kami semua bersalam-salaman, ia dengan bangga mengenalkan kepada kawan-kawan lain,"Ini jodoh pilihan Mbak Anaz." Ujarnya sambil tertawa-tawa gembira. Saya, tentu saja langsung menjambak rambutnya. Ya, di atas pelaminan sekali pun, saya masih bisa menjambak rambut Arie. Maafkan Mbak Anaz, Arie ^_^

"Sekarang giliran Arie carikan jodoh buat kami, ya?." kami semua tertawa....

Btw, emang alasannya apa kenapa saya mengajukan salah seorang yang kemudian dipilih oleh Arie? Adalah! Dan yang pasti, itu sih karena Arie memang sukanya itu kali. Hahahahahaha.... Dan sudah jodohnya, tentu saja :)

Selamat menempuh hidup baru, Arie. Semoga keberkahan senantiasa membersamai. Sampai ke tua, sehingga ke surga :)




Kamis, 7 Desember 2017 lalu saya diberi kesempatan hadir mengikuti diskusi Kupas Tuntas Layanan JKN di Kominfo. Bersama dengan narasumber di bidang ahlinya, saya sedikit melek tentang JKN dan BPJS ini. Tiga narasumber yang hadir, Pak Donald Pardede dari Staf Ahli Kementrian Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan, Pak Mardiasmo wakil mentri keuangan juga Pak Fachmi Idris Direktur Utama BPJS.  

Per 1 Desember 2017, jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah mencecah di angka 186.602.571 jiwa. Artinya, hampir 70% penduduk Indonesia sudah memiliki kartu JKN.

“Inti dari Jaminan Kesehatan adalah menuju kepada satu Universal Health Coverge (UHC), di mana hal tersebut merupakan kesetaraan. Kesetaraan setiap orang untuk mengakses pelayanan yang komperehensif. Baik promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif sehingga ketika ketika ia mengakses pelayanan kesehatan dia tidak akan mendapat kesulitan dari segi pembiayaan atau termiskinkan karena pembiayaan. “Hal ini disampaikan oleh Pak Donald Pardede pada sesi pertama. Menurut beliau UHC menjadi target utama sampai tahun 2019 kelak. Bagi beliau, dengan adanya JKN ini menjadi bagian dari hadirnya pemerintah untuk warganya. Terutama bagi warga yang kurang mampu.

Meskipun banyak tantangan yang dihadapi oleh JKN, tetapi ketika melihat data sudah banyak orang yang sudah terselamatkan dan begitu banyak orang yang sudah memanfaatkan.

Pak Donald Pardede juga sekilas menveritakan bagaimana dulu banyak kejadian orang yang menderita sakit parah, lalu kemudian hartanya habis untuk biaya pengobatan. KIni, dengan adanya JKN, sebagian masyarakat kurang mampu bisa tertolong biaya pengobatannya. Karena JKN, merupakan bagian dari sistem gotong royong. Ini semacam subsidi silang, orang yang nggak sakit, ikut membantu membayar biaya pengobatan orang yang sakit dengan rutin membayar iuran tiap bulan.


Disadari atau tidak, bagi saya kehadiran JKN ini banyak membantu kalangan kurang mampu. Dulu, orang dengan ekonomi rendah ketika sakit tak berani berobat ke rumah sakit. Kini, dengan adanya JKN-KIS sebagian masyarakat kurang mampu sudah berani berobat ke rumah sakit. Kenapa sebagian? Karena masih ada 30% masyarakat Indonesia yang terdaftar di JKN-KIS. Ini sepertinya termasuk saya juga :D

Konon, dari angka yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI, pada tahun 2016 JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan. Tak hanya itu, JKN-KIS juga telah melindungi 14,5 juta orang miskin dari kondisi kemiskinan yang lebih parah.  

“Rumah sakit sekarang penuh, banyak yang datang. Tetapi dibalik itu kalau menggunakan persepektif yang lain bahwa mereka kini sudah berani datang ke rumah sakit. Karena dulu, sebelumnya mereka tidak pernah memiliki akses. Di sinilah peran negara hadir untuk orang miskin. “Tegas Pak Donald Pardede.

Sementara, menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Pak Fachmi Idris, pengeluaran masyarakat untuk iuran JKN-KIS dapat dianggap sebagai insvestasi karena JKN-KIS terbukti mampu melindungi keluarga dari kemiskinan akibat penyakit berbiaya mahal.

Pada tahun 2016 pemanfaatan program JKN-KIS mencapai 192,9 juta kunjungan/kasus, yaitu terdiri dari 134,9 juta kunjungan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan, dan Klinik Pratama/Swasta) termasuk angka rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Lanjutan (FKRTL), serta 50,4 juta kunjungan Rawat Jalan Tngkat Lanjutan (Poliklinik RS) dan 7, 65 juta kasus Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RS)

“Faktanya, tak ada pelayanan publik yang bisa memuaskan 100% custumer-nya karena tingkat kepuasan setiap orang berbeda. Dari 186 juta jiwa peserta JKN-KIS, pasti ada beberapa orang yang kurang puas. Namun jangan lantas kita mengabaikan peserta yang terlayani dan sudah merasakan manfaat JKN-KIS. Perlu kita perhatikan bahwa total pemanfaatan JKN-KIS selama 3,5 tahun mencapai 522,9 juta pemanfaatan. Artinya, dalam sehari ada 415 ribu pemanfataan JKN-KIS, baik FKTP maupun di rumah sakit.” kalimat ini disampaikan oleh Direktur utama BPJS Kesehatan.

Ya, pada akhirnya pada setiap pelayanan, ketika semuanya sudah mengikuti prosedur dengan baik maka akan berjalan sebagaimana mestinya. Jika menggunakan BPJS antriannya mengular, ini karena memang sangat banyak pemilik kartu yang menggunakannya. DI mana sebagain besar orang yang dulunya tak berani ke rumah sakit meski pun dalam keadaam sakit karena tidak memiliki uang, kini sebagian besar sudah berani berobat ke rumah sakit.

Isu tentang sembilan penyakit yang tidak dicover oleh BPJS itu juga tidak benar. 
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Teman-teman

Sering Dibaca

  • Minyak Gamat Bukan Hanya untuk Obat Luka
  • Kemerdekaan Bagi OYPMK Bagaimana?
  • Bagaimana Cara Membuat KTKLN?
  • Orenji, Salah Satu Restoran Jepang di Cilegon
  • Resep Sambal Terong Dicabein

Harta Karun

  • ►  2022 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (41)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ▼  2017 (21)
    • ▼  Desember (3)
      • Mencicipi Gurihnya Sasa Santan Kelapa
      • Jodoh yang Dipilih Oleh Mbak Anaz
      • Mengenal JKN-KIS Sebagai Wujud Kehadiran Negara
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (63)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (23)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2015 (137)
    • ►  Desember (25)
    • ►  November (20)
    • ►  Oktober (34)
    • ►  September (19)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2014 (52)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (74)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (13)
    • ►  Januari (14)
  • ►  2011 (87)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (18)
    • ►  September (13)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2010 (141)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (17)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (17)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (23)
  • ►  2009 (124)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Mei (16)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (105)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (22)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2007 (30)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (2)

Kategori

Ads Blogger Hibah Buku Celoteh Cerpen Featured GayaTravel KBO komunitas Murai Perjalanan Piknik Buku Pojok Anaz Reportase resep reveiw Semestarian Serial Sosok Teman TKW TripGratisan Volunteer

Catatan Anazkia By OddThemes | Turatea.com