Catatan Anazkia

Karena hanya tulisan yang bisa saya tinggalkan

  • beranda
  • Kisah
    • Serial
    • Cerpen
    • Celoteh
    • Reportase
    • Perjalanan
      • Gaya Travel
      • Trip Gratisan
      • Piknik Buku
  • Pojok Anaz
  • Murai
  • Sosok
  • komunitas
    • Volunteer
    • KBO
    • Semestarian
    • Blogger Hibah Buku


"Membicarakan tentang aspek seksualitas, hak kesehatan seksual dan reproduksi merupakan hak bagi setiap orang tak terkecuali disabilitas, dan OPYMK (Orang yang Pernah Mengalami Kusta). Hak tersebut sudah diatur dalam undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Meski kesehatan seksual dan reproduksi belum dapat porsi besar untuk dipahami oleh teman-teman disabilitas dan OPMYK, masih ada gap bahwa orang tua tidak mengajarkan kepada remaja disabilitas tentang kesehatan seksual dan reproduksi dengan benar. Karena dianggap remaja disabilitas tidak butuh pengetahuan seksual dan bagi OPYMK dianggap tidak bisa menikah dan terpenuhi hak reproduksinya sehingga mereka tidak cukup paham serta pemberian layanan yang belum menjangkau."

Menyimak sesaat kalimat pembuka Mas Rizal Wijaya, host di talkshow online KBR mengenai "Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi OYPMK dan Remaja Disabilitas" membuat pikiran saya jauh ke masa lalu selama mengikuti talkshow tersebut.

Dulu, di kampung saya ada seorang hamba Allah yang sedikit mengalami keterbelakangan mental. Dia cenderung terasing dari kawan-kawan normal lainnya. Saya tak pernah melihatnya ke bangku sekolah, atau mengaji petang bersama kami. Tapi, dia juga akhirnya menikah dengan lelaki berkebutuhan khusus. Saya lupa anaknya berapa, saya pun tak mengikuti perkembangannya lagi ketika sudah merantau ke kota. Terakhir, kabar yang saya dengar anak dia yang pertama kerja di kota tak jauh dari Desa. Tapi, pulangnya dia tidak sendiri. Karena ada anak kecil yang menemaninya. 

Ya, dia pulang membawa anak. Tak perlu diceritakan kronologinya bagaimana, tapi terkadang di kampung-kampung yang jauh dari akses pendidikan memadai, orang-orang dengan disabilitas ini lebih tidak diperhatikan. Baik oleh lingkungan sekitar, maupun dinas kesehatan terkait.

Dari talkshow yang dibuat oleh KBR, saya baru tahu kalau puskesmas menyediakan pelayanan-pelayan untuk remaja yang baru mengenal atau akan datang bulan baik yang normal, maupun disabilitas. Apa saja yang perlu diketahui untuk remaja disabilitas dan OPYMK ini? Menyimak paparan dari tiga narasumber dengan latar belakang yang lebih kurang sama, tapi beda generasi ini sangat menarik. Ada Kak Nona Ruhel Yabloy, Project officer HKSR, NLR Indonesia. Mbak Westiani Agustin Founder Biyung Indonesia juga Adik Wihelmina Ice, Remaja Champion Program HKSR.


Menurut Kak Nona, selama ini kita berbicara mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi itu selalu menjadi hal tabu. Tabu untuk dibicarakan. Karena sebagian besar beranggapan "Dia akan tahu dengan sendirinya seiring berkembangnya usia. Padahal, menurut Kak Nona kita harus mempersiapkan anak dan remaja apalagi, khusus dengan remaja disabilitas. Bahwa mereka juga punya hak, karena mereka ada hak untuk melihat dan mengetahui apa yang terjadi. Misalnya, menstruasi. Terkadang, itu tidak disampaikan kepada anak perempuan. Atau, mimpi basah lebih sering tidak dijelaskan. Sehingga anak-anak dengan disabilittas dan OPYMK itu menjadi korban kekerasan, menjadi korban pelecehan, karena itu saling berkaitan.

Langsung makdeg, inget kasus hamba Allah di kampung saya. Sudah lebih dari 20 tahun, tapi sampai hari ini tak jarang ada keterbatasan informasi mengenai akses kesehatan seksual dan reproduksi. Tambah Kak Nona, informasi memang banyak, tapi, yang betul itu sedikit dibandingkan yang tak betulnya. Selain dari orang tua, sekolah juga salah satu tempat untuk pengenalan dan pembelajaran mengenai hak kesehatan seksual.

Apa saja hak kesehatan seksual dan reproduksi yang perlu diketahui oleh remaja disabilitas dan OPYMK?

Pubertas. Bagaimana anak mau berbicara atau menjaga dirinya dia dari kekerasan seksual dan pelecehan. Terkadang, kita melihat bahwa pelecehan seksual itu terjadi, anak takut untuk berbicara. Takut untuk melaporkan. Jadi, orang dewasa mau mengajarkan bagaimana dia berani bersuara ketika dia menjadi korban. Seterusnya, adalah relationship. Karena anak disabiltas sekalipun bisa menjalin hubungan. (contohnya, kasus di atas yang saya tulis).

Mbak Westiani, dari Biyung Foundation menjelaskan mengenai apa iti Biyung Foundation dan pola kerja mereka. Biyung Foundation adalah sebuah aktivitas dan usaha sosial yang bergerak di lingkup isu perempuan dan lingkungan. Lahir di Jogja, sejak tahun 2018. Misi mereka, untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan pelestarian bumi.


 






Metaverse, atau meta semesta menurut Wikipedia adalah bagian internet dari realitas virtual bersama yang dibuat  semirip mungkin dengan dunia nyata dalam dunia internet tahap kedua. Dalam pengertian yang lebih luas, Wikipedia mneuliskan jika Meta semesta dalam arti yang lebih luas mungkin tidak hanya merujuk pada lingkungan virtual yang dioperasikan oleh perusahaan media sosial tetapi seluruh spektrum realitas berimbuh.

Selasa, 24 Mei 2022 bertempat di Istana Ballrom Hotel Sari Pasific Jakarta, saya hadir di soft launcing video game dengan tema "Bridge In Gain Metaverse" atau game berbasis blockcain yang menggunakan VR dan AR yang diluncurkan oleh PT Benua Integrasi Global. Menurut Pak Alexander Zulkarnain, game ini baru resmi dirilis nanti pada pertengahan atau 23 Juli 2022. Tambah Pak Alexander sebagai CEO Benua Integrasi Global, dalam launching pada bulan Juli nanti, sekaligus launching blockcain untuk transaksi virtual yang bisa digunakan memainkan game ini nantinya.

Konsep yang akan digunakan nantinya ialah helistik dan futuristik di mana memang ide ini sengaja dibuat lebih riil yang hampir serupa dengan dunia nyata. Jadi, di dunia virtual itu nantinya tidak ada bedanya dengan dunia nyata. Tak hanya itu, rancangan yang dibuat juga nusantara di mana nama-nama gedung yang digunakan dari nama daerah yang ada di Indonesia. Ini menunjukkan kepada khalayak global jika game ini berasal dari Indonesia. Tambah Pak Alex, bahwa tekhnologi yang digunakan oleh mereka belum dimiliki pihak lain. Ini yang membuat penasaran para gamer's. Karena permainan ini bertaraf global, nanti dalam permainan akan muncul auto translete. Big metaverse, dunia tanpa batas. Sebagai penerjemah lepas, rasanya saya mahu menjadi transleter game begini, meski nggak kebayang alurnya, karena saya bukan pecinta game.

Pada bulan Juni nanti, akan diadakan game antara dunia nyata dan dunia virtual. Akan ada banyak hadiah. Motor juga mobil. Waw! Ini kalau saya pecinta game, bakalan niat banget ikut. Yah mana tahu, dari games ini bisa dapat motor gratis hehehe. Owh ya, kemarin game baru bisa diakses oleh pengguna Andorid. Belum ramah sama Aple. Hehehehe.

Pak Alexander juga menambahkan kalau game ini nantinya akan memiliki fitur yang bisa mengakomodasi para pelaku usaha di berbagai bidang, termasuk BUMN sampailah ke pemilik UMKM. Karena Bridge In Gain memiliki fitur yang diberi nama Big Tenant.



Jadi, Big Tenant ini ialah fitur toko perbelanjaan virtual di dalam Bridge In gain yang terintegrasid engan dunia nyata. Fitur ini didukung dengan sistem perbelanjaan langsung di dalam permainan yang terhubung dengan smartphone, serta nantinya akan dikirim melalui kurir instant atau ekspedisi. 

Ada yang nggak sabar? Terutama pemain game?




Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Teman-teman

Sering Dibaca

  • Minyak Gamat Bukan Hanya untuk Obat Luka
  • Bagaimana Cara Membuat KTKLN?
  • Disabilitas dan OPYMK Memiliki Hak yang Sama Mengenai Kesehatan Seksual
  • Resep Sambal Terong Dicabein
  • Cara Mencuci Clodi Baru Menggunakan Mesin Cuci

Harta Karun

  • ▼  2022 (7)
    • ▼  Mei (2)
      • Disabilitas dan OPYMK Memiliki Hak yang Sama Menge...
      • Soft Launching Games Dunia Tanpa Batas
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (41)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2017 (21)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (63)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (23)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2015 (137)
    • ►  Desember (25)
    • ►  November (20)
    • ►  Oktober (34)
    • ►  September (19)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2014 (52)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (74)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (13)
    • ►  Januari (14)
  • ►  2011 (87)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (8)
    • ►  Oktober (18)
    • ►  September (13)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2010 (141)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (17)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (17)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (23)
  • ►  2009 (124)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Mei (16)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2008 (105)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (22)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2007 (30)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (12)
    • ►  Agustus (2)

Kategori

Ads Blogger Hibah Buku Celoteh Cerpen Featured GayaTravel KBO komunitas Murai Perjalanan Piknik Buku Pojok Anaz Reportase resep reveiw Semestarian Serial Sosok Teman TKW TripGratisan Volunteer

Catatan Anazkia By OddThemes | Turatea.com