Memandangnya Dari Jauh
Aku hanya mampu duduk
Di sini,
Diam
Memandangmu jauh-jauh
Meskipun ia tak berapa jauh
Mungkin dengan itu
Aku bisa mengetahui khabarmu
Mungkin dengan begitu
Aku tak akan lupa cerita tentangmu
Memandangmu jauh-jauh
bukan pada jarak
Hanya pada gerak
memandangmu jauh-jauh...
Kategori:
Murai
12 komentar
ini tentang apa toh mbak, aku ra ngerti :)
BalasHapusih ternyata posisi yg pertama toh :)
BalasHapusAku suka puisi ini :)
BalasHapusmemandang catatanmu siang ini, Ana, aku paham cerita hatimu, meski sedikit.
BalasHapusPuisi yang indah. Memandang dari jauh, biasanya lebih santai, cuma ya kita tidak bisa melihat kondisi realnya. Jujur, saya kurang mengerti arahnya. Saya, kurang suka menebak-nebak, sangat takut salah mengira. Chat lagi yuk na. Lewat YM atau FB.
BalasHapusSama dengan Bu Elly,enggak suka menebak-nebak juga. Tapi kok kayaknya Mbak Naz sedang sedih ya? Semoga saya salah..
BalasHapusWahai yang jauh dekatilah sobatku, buatlah dia tersenyum!
BalasHapusada tapi tiada...
BalasHapusjauh tapi dekat...
dekat tapi tak teraba...(halah...)
puitis men... lagi jatuh cinta ya pren?
BalasHapusmantap puisi'nya..
BalasHapusduh..
BalasHapushalah buwel kok komentnya duh doang sih...
BalasHapusPersonal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P