Memahami Penurunan Tarif Pajak Final UMKM



“Saat krisis ekonomi 1997-1998, usaha yang bertahan itu adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).” Hal ini diucapkan oleh Dr. Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro Keuangan Kemenko Perekeonomian RI pada diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Ruang Serbaguna Kemkominfo, Jalan Merdeka Barat Jakarta.

Diskusi FMB 9 kali ini, membahas tentang potongan pajak UMKM dengan tema “Tarif Khusus PPH UMKM” FMB 9 menghadirkan  narasumber, Penerimaan Pajak Kementerian Keuangan dan Dr. Iskandar Simorangkir dari Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro Keuangan Kemenko Perekonomian RI, Yohana Setyowati Deputi Bidang Pembiayaan Koperasi dan UMKM  dan Yon Arsal Direktur Potensi Kepatuhan dan.


Pembicara pertama


Aturan penurunan tarif PPh Final bagi para pelaku UMKM itu ditetapkan melalui PP nomor 23 Tahun 2018. Aturan tersebut berlaku secara efektif mulai 1 Julu 2018. Penurunan tersebut, selain karena adanya keluhan dari masyarakat, juga dimaksudkan agar para pelaku usaha kecil dapat mengembangkan usahanya sehingga mampu berkembang menjadi usaha yang lebih besar lagi.

Peran industri kecil di Indonesia merupakan yang paling tinggi dibandingkan negara lainnya. Jika melihat prosentasenya, perbandingannya adalah sebagai berikut, Indonesia 93,4 %, Filipina 64,6%, Vietnam 59, 56% dan Brasil 36,6%. Artisnya, tingkat perkembangan ndustri besar di Indonesia masih sangat kecil dibanding negara-negara lainnya. Karena latar belakang inilah, pemerintah menurunkan PPh Final UMKM dari 1% menjadi 0,5%. Inilah alasan negara memberikan keberpihakan kepada UMKM menurunkan PPh Final sebesar 0,5%.

Sementara Yohana Setyowati Deputi Bidang Pembiayaan Koperasi dan UMKM menyampaikan beberapa gambaran umum tentang program strategis kementerian koperasi dan UMKM. Pemberdayaan koperasi dan UMKM itu sebenarnya amanah dari konstitusi, dasar kebijakan nasionalnya jelas, dari UUD 45. Keberpihakan kepada kelangsungan usaha kemudian hajat hidup orang banyak juga sudah ada. Khusus untuk undang-undang tentang UMKM uu no. 20 tahun 2008. Kemudian ada turunan rencana pembangunan jangka panjang dan jangka menengah yang menjadi dasar negara memberikan keberpihakan.


Pembicara kedua


Dari 62,9 juta pelaku UMKM mendominasi. Di undang2 20 jelas ada strata, kalau kemudian krisis ekonomi 98 memberikan pengajaran. Negara negatif, bunga bank hampir 60% saat itu UMKM bangkit. Tapi kita diingatkan, bahwa naik kelasnya UMKM itu masih sangat jauh dibanding negara lainnya. Kelemahan akses terhadap modal, SDM, pasar, teknologi menjadi masalah dasar pada UMKM di negara kita. Daya saing dan produktivitas pun masih sangat lemah.

“Ada 152 ribu koperasi yang sudah direformasi oleh tim kementerian yang benar-benar aktif dan di anatara itu ada lembaga koperasi simpan pinjam sebanyak 19 ribu lebih.” Kata Yohana. Ia juga memaparkan tentang peningkatan kualitas SDM dari kementerian koperasi, salah satunya adalah pelatihan pajak. Bekerja sama dengan dirjen pajak mereka sudah ada MOU nomor 30 tahun 2010 yaitu sosialisasi advokasi dan pelatihan pajak bagi UMKM. Teknik operasional dan lain-lain sepenuhnya dibiayai oleh APBN dan ABPD.

“Kalau dulu para pejuang mengangkat bambu runcing untuk mempertahankan kemerdekaan, maka sekarang membayar pajak adalah bagian dari bela negara.” Tegas Yohana di sela-sela tanya jawab dengan para awak media yang hadir.

Sebagai penutup, pembicara selanjutnya adalah Yon Arsal Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Kementerian Keuangan.


Pembicara ketiga


Pajak ini merupakan satu bagian kecil program yang dilakukan pemerintah sebagai tanda keberpihakan pemerintah kepada UMKM. PPh UMKM sebesar 1 % diberlakukan sejak tahun 2103 pada bulan Juli. Devinisi UMKM ini tidak sama seperti yang diatur oleh pemerintah nomor 23, devinisi usaha mikro, omset tidak lebih dari 300 juta. Usaha kecil omset antara 300-2,5 M. Menengah 2,5 M-50 M.

Ia juga menyampaikan tentang bagaimana pajak menghitung PPh bagi UMKM





                                               

Kategori:

Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P