Bertemu Mas Pradna, Blogger (Tua) Atau Blogger Lama?

Yang motret ini Kakak Olip ^_^ 


Mas Pradna, pemilik blog pojok Pradna ini saya kenali sejak tahun 2009. Kenalnya bukan melewati blog, tapi melalui chat group yahoo messenger. Saya dikenalkan oleh Mbak Ratu, pemilik blog yang saya lupa namanya :D. Kalau nggak salah, blog Mbak Ratu sudah ganti. Nggak kayak dulu zaman-zaman masih curcol sekitar kosan dan pekerjaannya.

Kembali ke Mas Pradna, dulu... Eh, ini tiap kali cerita Mas Pradna pasti berceritanya tentang dulu, karena beliau memang orang dulu. Ya, lama. Kalimat lama itu lebih kepada penghalusan senior alias tua, sih. #Dikeplak! Jadi, kalau mendengar namanya, yang sering saya ingat itu adalah linux, plurk dan lelaki yang lemah terhadap tawaran makanan. Makanya, nggak heran kalau sekarang beliaunya itu semakin menggemuk. 

Zaman-zaman lama itu, kami kan ngeblognya cuma curhat-curhat aja. Loh, emang apa bedanya dengan zaman sekarang? Emangnya sekarang nggak boleh curhat? Emangnya sekarang beda? Bukan nggak boleh, bukan karena beda pula, lah gimana? Nulis saja enggak, apa yang mau dicurhatin...??? Rabu, 11 April 2018 saya  ke Purwokerto, main ketemu Kak Olip, sekalian pas siang ketemuan sama Mas Pradna. Lagian, setiap ke Purwokerto juga selalu ketemu sama beliaunya. Maklumlah, blogger senior ^_^

Owh ya, waktu ketemu kemarinnya, kami juga ngorolin masa lalu. Tuh, kan, tetep! yang diomongin itu yang sudah berlalu, karena memang beliaunya orang dulu, sih.... Setelah ngobrol-ngobrol itu, saya janji pengen nulis pertemuan itu. Hahahahaha... sungguh nggak penting banget. Tapi ini beneran menjadi penting ketika mengingat blog ini sudah bulukan nggak pernah up date. Bayangkan, dulu kala, betapa rajinnya mengisi blog ini dengan berbagai macam tulisan. Tulisan nggak penting, sih.... -_-

Ngomong-ngomong tentang Mas Pradna, saya jadi ingat kalau ketemu dia selalu bilang beberapa hal. Dan itu tak hanya sekali, tapi berkali-kali. "Saya, tuh, iri sama Mas Pradna. Bisa terjun langsung ke masyarakat, ikut terlibat membuat pengembangan desa." Dan bisanya dia cuma nyengir aja menanggapi itu. Kemarin pas ketemu juga Mas Pradna cerita tentang perjalanannya selama tiga bulan di Sumatera Barat. Ngapain? Yah tetap membuat proyek pengembangan desa berbasis tekhnologi.

Lah, emangnya apa yang Mas Pradna buat?
Banyak yang dilakukan oleh Mas Pradna dan teman-temannya mengenai desa-desa ini.

Dulu, waktu saya masih di Malaysia, Mas Pradna dan teman-temannya sering share tentang desa Melung. Desa yang dulu sunyi sepi itu telah diubahnya menjadi desa melek tekhnologi informasi. Mengingat kisahnya beberapa tahun lalu, saya acap dibuat kagum dengan apa yang dilakukan. Menaiki sepeda motor, ia kerap bolak-balik dari kabupaten ke desa dengan jarak yang tak dekat. Zaman itu, kata dia, jalanan masih rusak parah. Tak semulus sekarang. Tak jarang, ia harus kembali ke kabupaten saat hari sudah mendekati tengah malam.

Sampai saat ini, sayangnya saya belum pernah singgah di desa Melung. Tapi, saya bersyukur pernah diajak ke desa Dermaji salah satu desa yang juga dikelola oleh Mas Pradna dengan teman-temannya menjadi desa yang melek tekhnologi. Eh, kalau desa ini sepertinya sudah pernah saya menuliskannya.

Owh ya, kalau ada yang tahu domain desa dot id, dulu yang memprakarsai yah mereka-mereka itu bersama Pandi (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Sekarang, domain desa dot id sudah diambil alih oleh pemerintah. Proses dan pengurusannya, entahlah.... Konon, kabar yang beredar lebih rumit lagi. 

Beberapa hal di atas itulah yang membuat saya iri dengan Mas Pradna. Latar belakangnya sebagai blogger membuatnya terjun langsung ke masyarakat. Paham, kan, kenapa banyak kalimat lama dan dulu? Itu dikarenakan Mas Pradna merupakan blogger tua yang berdigdaya pada karya ^_^. Senang bisa mengenalnya....

Bagikan:

9 komentar

  1. Salam ya buat Pradna hahaha. Ketemu beliau sekali aja pas acara di Jakarta yang Internet Governance Forum itu (kalau nggak salah) :D

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Udah lamaaaa
      Yang dot com kelewat dibayar :(((((

      Hapus
  3. Udah dihitung ubannya ada berapa, Kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak kehitung kayaknya kalau mau ngitung
      Hahahaha

      Hapus
  4. Ternyata namaku jg ada disini. Hihihi.
    Laahhh blogku masihhhh akuratu say, ga berubah. Justru yg beda itu blognya anaz. Hihi.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P