Gali Lubang Tutup Lubang untuk Bertahan Hidup Selama Pandemi


 


"Jadi, aku muterin uang yang aku pinjam. Kalau nggak gitu, gimana aku ngadepin hidup? Aku kan sejak pandemi nggak kerja. Jadi ini yang aku buat untuk bertahan hidup. Gali lobang tutup lobanglah." 

Seorang teman bercerita demikian. Dia salah satu teman yang terdampak pandemi. Sempat menganggur beberapa bulan. Tapi, semangatnya luar biasa banget. Dia banting stir, jualan. Apa saja dijualnya. Pertama, ia sempat jualan gorengan ketika Ramadan tiba di tahun 2020. Tapi karena pasarnya kurang, ia mengubah haluan menjadi reseller. Menjual apa saja. "Palugada boleh dibilang. Apa yang lu mau, gua ada." 

2020 sampai sekarang, bagi sebagian orang banyak yang jatuh bangun bertahan menyiasati hidup disebabkan pandemi. Baik diPHK, usaha jatuh dan sebagainya. Salah satunya, teman saya di atas. Ia acap bercerita kepada saya bahwa setiap bulan kerap meminjam uang dari sebuah aplikasi. Bagi dia, selagi dia membayar tepat waktu dan uangnya digunakan secara tepat itu dapat membantunya.

Kamis lalu, di salah satu rumah makan di Sarinah, saya bersama dengan teman-teman bloger dari BloggerCrony menghadiri bincang petang. Tajuk obrolan sore itu, Pengelolaan Kredit Pintar Bersama Kredit Pintar. Ini merupakan rangkaian kelas dari Kredit Pintar untuk merangkul dan mengedukasi komunitas supaya lebih meningkatkan lagi kecakapan dalam literasi keuangan.

Hari ini, kita acap mendengar dampak buruk pinjaman online melalui aplikasi. Padahal, beberapa aplikasi yang ada dan dalam pengawasan OJK (Otoritas Jasa keuangan) sejatinya hadir untuk memberikan bantuan dalam bentuk uang berupa pinjaman produktif. Apa itu pinjaman produktif? Pinjaman yang digunakan bukan untuk sekadar konsumtif semata-mata. Tapi, digunakan lagi untuk usaha. Seperti teman saya di atas, karena kondisi keuangannya sedang tidak baik-baik saja dia mengambil pinjaman uang melalui aplikasi, kemudian dia gunakan lagi untuk usahanya.

Mengutip kata Mas Puji (Brand Supervisor Kredit Pintar), kesadaran masyarakat kita masih rendah akan adanya dana darurat. Dikarenakan ini juga berdampak pada maraknya pinjaman uang melalui aplikasi. Jadi, karena mudahnya meminjam uang melalui aplikasi ini banyak orang yang kemudian tak sadar dengan batas kemampuannya untuk membayar. Akhirnya, banyaklah berlaku hal-hal negatif disebabkan pinjaman uang melalui aplikasi. Apalagi, dengan aplikasi yang tidak berada dalam pengawasan OJK.

Mas Puji (Brand Supervisor Kredit Pintar)

Kredit Pintar, adalah salah satu platform penyedia layanan pinjaman uang berbasis teknologi informasi terkemuka di Indonesia. Ini terdaftar dan diawasi oleh OJK. Di playstore, Kredit Pintar sudah diunduh lebih dari 10 juta unduhan dan peringkat kepuasan konsumen sebesar 4,4 bintang di Google Play. Visi Kredit Pintar ialah, meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia melalui penyediaan akses yang mudah untuk mendapatkan pinjaman dalam jangka pendek. Dengan tekhnologi AI (Artificial Intelligence).

Total peminjam yang sudah mengajukan dana pinjaman ke aplikasi Kredit pintar sampai hari ini ialah 7 juta. Dan peminjam aktif sampai hari ini sebanyak 800 ribu orang. Dari sekian banyak peminjam, kata Mas Puji masih ada kredit macet di mana nasabah masih belum membuat pembayaran.

Berbeda lagi menurut Mas Gandan (Senior Business Development Manager Kredit Pintar), menurutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita memilih aplikasi pinjaman uang dengan aman. Pertama, tentunya harus memahami bahwa aplikasi pinjaman uang ini akan menagihkan pelunasan pinjaman sama dengan umumnya. Jadi, alangkah lebih baiknya kalau membuat perhitungan dengan baik, dengan menyesuaikan kondisi keuangan sebelum menentukan nominal pinjaman.

Mas Gandan (Senior Business development Manager Kredit Pintar)


Yang kedua, baca dengan saksama kontrak perjanjian ketika pinjaman disetujui dan berkomitmen untuk melunasinya tepat waktu supaya tak kena denda. Jangan lupa juga untuk menghitung dan menyesuaikan besaran angsuran dengan penghasilan bulanan.

Ketiga, yang cukup penting ialah, memilih layanan aplikasi peminjaman legal, yang telah terdaftar dan diawasi OJK. Jangan mudah terbuai dengan beragam pesan atau tawaran, apabila berasal dari aplikasi peminjaman ilegal, yang justru akan membebankan bunga dan denda tinggi, perhitungan tidak transparan, sampailah tak segan melakukan ancaman dengan menyebarkan data pribadi saat penagihan.

Masih menurut Mas Gandan, kalu kita mengajukan pinjaman uang, kemudian uangnya untuk modal usaha, jangan lupa untuk membuat pencatatan. Ingat, bahwa uang usaha itu bukan sepenuhnya uang kita. Tapi uang yang digunakan untuk kembali memutar modal. Sebagai pemilik uasaha kecil-kecilan macam saya, kalimatnya menohok banget, sih. Saya jualan "gitu aja", nggak pernah buat pencatatan. Hiks.

Hal di atas, adalah yang disampaikan oleh Mas Puji dan Mas Gandan dari pihak Kredit Pintar. Jangan sampai, sebagai nasabah jadi besar pasak daripada tiang. Biar nggak kewalahan dan nggak sampai kejadian, minjem uang di satu aplikasi, kemudian ketika tak berbayar akan cari aplikasi peminjaman lain untuk membayar di pinjaman di aplikasi sebelumnya. Ribet? Tapi itu banyak kejadian.

Pinjaman Aman, hati pun Nyaman

Pada 17 November 2021, OJK sudah merilis 104 penyelenggara fintech peer-to-peer lending atau fintech landing yang telah terdaftar dan diawasi OJK, satu di antaranya ialah Kredit Pintar.

Kredit Pintar menawarkan aplikasi pinjaman uang yang mudah, cepat cair dan persyaratan yang mudah. Dengan mengunduh aplikasi, melengkapai data dengan identitas diri, dan uang bisa cair dengan segera. Limit yang ditawarkan mulai dari Rp600,000 sampai Rp20 juta dengan tenor pinjaman bervariasi. Jadi, peminjam bisa lebih leluasa memilih tenor pinjaman dan metode pembayaran yang sesuai dengan kemampuan membayar. 

Ingat, ya, meski mudah dan cepat tetaplah lihat batas kemampuan membayar. Jangan sampai, niat meminjam untuk  membantu cash flow, tapi malah jadi dikejar-kejar hutang karena tak mampu membayar.



Owh ya, di Instagram, akun Kredit Pintar hanya satu saja, @kreditpintar. Nggak ada akun lain. Soalnya, kemarinnya pas saya baru follow akun Kredit Pintar, langsung difollow banyak akun dengan nama serupa. Sudah gitu, didm pula. Jadi, pastikan kalau memang mau membuat pinjaman bisa langsung ke websitenya di https://www.kreditpintar.com/ atau unduh aplikasinya di playstore dengan nama Kredit Pintar. Sebelum mengajukan pinjaman, kita juga harus pintar. Biar kayak aplikasinya, Kredit Pintar ^_^

Semua foto milik panitia. Terima kasih atas jepretan bagusnya.

Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P