Beli Produk UMKM Flobamora Online Kini Lebih Mudah Platform Online



Kalau menyebut “tenun ikat” pikiran kita akan langsung mengingat kain etnik khas beberapa daerah di negeri tercinta ini. Salah satu daerah penghasil tenun ikat yang terkenal adalah NTT (Nusa Tenggara Timur), khususnya di 4 pulau utama yaitu Flores, Sumba, Timor, dan Alor, yang bisa disingkat “Flobamora.”

Tapi, bagaimana seandainya saya menyebut “Topi Rea?” Apakah ada diantara teman-teman yang mengenalnya? Ah, Topi Rea khas Manggarai Barat ini memang tidak begitu populer di kalangan wanita. Tapi, banyak pria yang mungkin mengenalnya karena memang, topi ini adalah sejenis kopiah yang umum digunakan oleh kaum pria.

Baik tenun ikat khas NTT maupun Topi Rea khas Manggarai Barat, adalah dua kekayaan budaya Indonesia yang indah dan wajib dilestarikan. Di samping dua kekayaan daerah tersebut, tentu masih ada banyak produk-produk lokal lainnya yang menarik dan kerap kita butuhkan.

Tapi, bagaimana kita “berani” berharap budaya khas bangsa ini akan bertahan jika kita (sebagai anak bangsa) sering tak peduli dan tidak mau membeli produk dalam negeri sendiri?

Ya, ini adalah problema yang selama ini selalu menghantui pelaku usaha lokal (UKM dan UMKM) dalam mempertahankan berbagai budaya lokal. Produk-produk mereka seringkali kurang diminati oleh bangsa sendiri. Hingga tak mengherankan jika banyak produk khas daerah yang kalah bersaing dengan produk luar. Hingga, perlahan namun pasti (produk lokal) mulai terlupakan dan kelak tinggal sejarah.

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)

Gernas BBI atau Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia adalah program yang dipilih untuk membangkitkan, memperkenalkan, dan mempromosikan produk buatan UMKM lokal agar bisa bertahan dan bersaing serta berkilau tidak hanya di negeri sendiri, tapi juga di seluruh penjuru dunia.

Program ini, kali pertama diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Mei tahun 2020 silam. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan pelaku usaha (UKM dan UMKM) di Indonesia agar bisa bertahan dan bangkit serta mampu melewati masa-masa sulit di era pandemi ini.

Usaha ini patut kita apresiasi dan kita harus #SiapBersamaUMKM. Karena kita bukan bangsa yang lemah dan mudah berputus asa, bukan? Banyak bukti yang telah menunjukkan kepada kita betapa bangsa ini sebenarnya sangat cinta, peduli, dan mau ikut bersusah payah mempertahankan budaya. Hingga, budaya tersebut tak lekang oleh zaman. Seperti batik contohnya. Kini warisan nenek moyang tersebut telah meraih puncak popularitasnya setelah dahulu sempat tenggelam. Dan, berkat kegigihan dan kepedulian anak bangsa, maka budaya ini tak hanya dicintai di dalam negeri sendiri tapi juga dikagumi dan digemari oleh bangsa lain. Hingga, membuat kita merasa begitu bangga.

Peluang yang sama tentu bisa didapatkan oleh kekayaan budaya negeri ini yang lainnya. Termasuk, produk lokal khas Flobamora. Untuk meningkatkan peluang tersebut, pemerintah Indonesia rutin menggelar program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk mempromosikan produk asli Indonesia--buatan anak bangsa. Sekaligus, untuk membantu para pelaku usaha UMKM agar bisa bertahan ditengah himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Kilau Digital Permata Flobamora

Setelah Gernas BBI sukses memperkenalkan dan mempromosikan beberapa budaya daerah di tahun-tahun sebelumnya, Gernas BBI seri Juni 2021 kali ini memilih tajuk “Kilau Digital Permata Flobamora.” Tujuannya adalah untuk mempromosikan dan mengangkat permata ekonomi serta budaya dari daerah Nusa Tenggara Barat (NTT).

Sehingga, produk-produk lokal di wilayah ini akan lebih dikenal dan lebih mudah diakses serta dibeli oleh masyarakat di seluruh Indonesia maupun masyarakat luar. Untuk mewujudkan impian tersebut, Gernas BBI pun berusaha memaksimalkan platform digital. Dengan harapan, platform online ini bisa membantu memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dengan belanja #DiIndonesiaAja kapanpun mereka mau dan dari manapun mereka berada.

Puncak perhelatan Gernas BBI untuk mengangkat budaya dan ekonomi pelaku usaha maupun UMKM di NTT yang bertajuk Kilau Digital Permata Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) resmi digelar pada hari Jumat tanggal 18 Juni 2021 kemarin. Dan, mengambil lokasi di wilayah Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT.

Demi mendukung kesuksesan program #KilauDigitalFLobamora, Gernas BBI menggelar acara puncak secara offline (tatap muka) dan online ini yang dihadiri banyak nama-nama beken yang tentu tidak asing bagi kita. Seperti beberapa tamu undangan VVIP yang terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Sebut saja, Edistasius Endi (Bupati Manggarai Barat) dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat sebagai perwakilan tuan rumah. Serta, beberapa perwakilan pemerintah yang terdiri atas, Wapres Ma’ruf Amin, Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan, Menparekraf Sandiaga Uno, Menkominfo Johnny G. Plate, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mendagri Tito Karnavian, MenPUPR Basuki Hadimuljono, MenBUMN Erick Thohir, MenkopUKM Teten Masduki, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, hingga Dirut Telkom Ririek Adriansyah.

Untuk mensukseskan program Gernas BBI, Kilau Digital Permata Flobamora diisi dengan serangkaian acara yang bertujuan untuk memperkenalkan produk UMKM, memfasilitasi pelaku usaha lokal, dan membantu perekonomian masyarakat, serta melestarikan budaya NTT. Seperti misalnya,

1. Sambutan Wapres hingga Bupati 

Melalui sambutannya, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menghimbau kepada para pelaku usaha maupun UMKM di NTT untuk memanfaatkan platform digital dalam rangka mempromosikan dan memasarkan produk-produk mereka secara online. Sehingga, karya dan kreasi mereka dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Inilah era kebangkitan (yang akan membantu) kita keluar dari keterpurukan yang disebabkan oleh Covid-19, kita bangkit bersama digitalisasi. Hari ini, Pemerintah Provinsi NTT meluncurkan aplikasi Go NTT sebagai marketplace bagi produk-produk lokal NTT,” paparnya.

Tak mau ketinggalan, Menparekraf Sandiaga Uno juga turut menyampaikan sambutan di acara puncak Gernas BBI yang bertajuk Kilau Digital Permata Flobamora tersebut. Beliau membuka sambutannya dengan membaca dua gubahan pantun yang mengangkat tema promosikan produk lokal.

Di sela-sela sambutannya, Sandi juga tak lupa melemparkan candaan untuk memperkenalkan kreasi masyarakat NTT yaitu, Topi Rea khas Manggarai Barat. “Pak Bupati, saya kehabisan kopiah produk ekonomi kreatif Manggarai Barat, tiap kali saya pakai diminta orang. Tolong dikirim lagi 100 biji.” Begitu selorohnya saat menyampaikan sambutan secara virtual dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Sambutan di tempat terpisah juga diberikan oleh Wapres Ma'ruf amin yang tak lupa mengapresiasi Gernas BBI sebentar serta berharap program ini mampu membangun ekonomi nasional yang mandiri melalui dukungan infrastruktur digital. 

Dalam sambutannya, Wapres menekankan pentingnya untuk menjadi kreatif, inovatif, dan bersikap aktif dalam menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Serta, memaksimalkan platform digital agar pemasaran produk, distribusi, dan pembiayaannya jadi lebih mudah.

“Pelaku ekraf dan UMKM dituntut untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif menciptakan produk-produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar dengan memanfaatkan platform digital termasuk media sosial untuk mengembangkan usaha serta mempermudah akses pada pembiayaan, distribusi, dan pemasaran produk.” Kata Ma’ruf. 

2. Virtual Expo Produk UMKM NTT

Pada helatan tersebut, launching seremonial diisi dengan kegiatan virtual expo yang diramaikan dengan pertunjukan busana (fashion show) yang menampilkan kreasi dan keindahan tenun khas Flobamora. Dan, diisi pula dengan berbagai kegiatan hiburan (musik) serta Bazaar Expo sebagai media untuk mempromosikan produk khas UMKM NTT.

3. Talk Show

Di samping launching ceremonial, acara yang diikuti oleh kurang lebih 1000 orang ini (termasuk saya--salah satunya), juga menampilkan bincang-bincang (talk show) tentang kemajuan UMKM di Indonesia, khususnya di daerah NTT. 

Sesi Talk Show yang mengangkat tema peluang bisnis bagi para pelaku UMKM di NTT ini sendiri diramaikan oleh narasumber beken seperti, CEO Grab, ketua umum idEA, serta Ceo Ladara.

4. Digitalisasi UMKM

Untuk mewujudkan transformasi digital industri kreatif nasional yang akan mendorong para pelaku UMKM agar lebih aktif memperkenalkan produk mereka, Kominfo melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) akan membangun kurang lebih 422 BTS yang didukung jaringan internet berkecepatan tinggi (4G) di wilayah NTT dan, akan disebar di 16 Kabupaten. Mulai dari, wilayah Ende, Manggarai, Sumba Barat, Sumba Tengah, Rote Ndao, sampai Manggarai Timur.

5. Aplikasi Go NTT

Seperti yang tertuang pada sambutan Gubernur Nusa Tenggara Timur di atas, pemerintah daerah juga telah membuat aplikasi Go NTT (Gerbang Online NTT) yang berfungsi sebagai wadah untuk promosi dan jual-beli kekayaan lokal NTT. Sehingga, akan lebih mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun pasar global.




Bagi kamu yang penasaran dengan produk-produk khas NTT dan ingin mencoba membeli produk khas masyarakat NTT seperti, kain tenun ikat, topi Rea khas Manggarai, berbagai kerajinan, serta rupa-rupa olahan makanan, kamu bisa langsung:

  1. Mendownload aplikasi Go NTT melalui Google Play Store bagi kamu pengguna smartphone Android. Setelah aplikasi terdownload dan terinstal,

  2. Bagi kamu yang belum punya akun terdaftar, kamu bisa menekan tombol “Daftar Sekarang” untuk melakukan registrasi. Yaitu dengan memasukkan nama, memilih username, alamat email, nomor hp, dan password. kemudian, tekan tombol Daftar

  3. Sesaat kemudian, kamu akan diarahkan ke halaman di mana kamu diharuskan untuk menginput “alamat tujuan pengiriman” jika nanti membeli produk melalui aplikasi ini. Setelah melengkapi semua data yang dibutuhkan, selanjutnya

  4. Kamu bisa langsung memilih berbagai produk yang terdiri atas berbagai jenis:

    1. Kuliner khas NTT

    2. Produk UMKM

    3. Alat transportasi di wilayah NTT, hingga

    4. Produk PPOB seperti pulsa (hp/PLN) serta pembayaran tagihan bulanan

  5. Kamu bisa memilih beberapa produk dan memasukkannya ke keranjang belanja atau langsung membeli produk tersebut dengan menekan tombol “BELI” > memilih jenis ekspedisi > dan melakukan Check-out, lalu akhiri transaksi dengan membayar tagihan

Cara #BeliProdukNTT melalui aplikasi GO NTT sangat mudah, bukan? Persis seperti yang biasa kita jumpai pada marketplace populer di tanah air lainnya. Jadi, bagi kamu yang sudah kangen dengan cita rasa makanan khas NTT ataupun ingin memiliki beberapa produk khas NTT, kamu bisa langsung mendownload dan menginstal serta menggunakan aplikasi GO NTT | Mikro Marketplace UMKM NTT by Bidlink Mitra Nusantara.


Bagikan:

1 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P