Minyak Gamat Bukan Hanya untuk Obat Luka

Waktu di Malaysia, ada satu obat luka yang bikin saya takjub dan ketika saya pulang ke Indonesia saya bawa. Tak hanya sekali membawanya, hampir setiap kali ke Malaysia pulangnya saya kerap membawa obat tersebut. Meski saya kerap membawanya, jangan salah kalau di awal melihat obat tersebut saya pernah underestimate. Kenapa? Karena baunya nggak enak! Ahahaha.

Minyak gamat waktu di Malaysia
Ini penampakan minyak gamat waktu di Malaysia


Obat apakah itu? Namanya minyak gamat.

Dulu heran, kenapa di rumah Ibu majikan banyak sampai berlusin-lusin minyak gamat. Baca kegunaannya saya nggak percaya, masa iya bisa nyembuhin luka bakar segala padahal cuma gitu doang. Selain luka bakar juga bisa meringkankan masuk angin dan entah apa lagi saya sudah lupa. udah hilang semua bekas-bekas wadah minyak gamat itu.

Saya mulai terbuka pikirannya mengenai kegunaan minyak gamat itu waktu tiba-tiba jari kena pisau saat memotong bawang. Darah mengucur deras, saya langsung mencucinya sambil perut mules². Takut darah oei... Hahahhaha.

Abah yang waktu itu ada di dapur bilang, "Eli, jangan dicuci tangannya. Tunggu sebentar." Sambil berlari ke kamar. Saya pikir mau ngapain. Rupanya Abah ngambil minyak gamat dan mengulurkannya ke saya. Awalnya, saya geli. Masak diobatin minyak ginian pikir saya.


Tapi demi melihat darah yang tak berhenti juga, saya membuka botol obat dan membubuhkan minyak ke bekas luka yang terkena pisau. Dan... Alhamdulillah darah langsung berenti. Alahai, jadi malu pula dengan obat tersebut. Jadi, sejak saat itu saya kerap membawa ke mana pun minyak gamat. Bahkan ketika pulang ke Indonesia.

Waktu sudah di Indonesia, saya begitu irit menggunakan minyak gamat tersebut karena susah nyarinya. Lah wong selama ini nggak pernah lihat keberadaannya di Indonesia. Tapi ini karena pengetahuan saya aja yang terbatas, sih. Ehehehe... Ndilalahnya, Ibu saya juga cocok menggunakan minyak tersebut untuk kaki pecah-pecah. Ada sekali waktu ketika persediaan minyak tersebut sudah begitu menipis, kami membagi dua dengan saksama karena saya lebih sering tinggal di Jakarta. Alhamdulillahnya, setelah itu waktu saya ke Malaysia pulangnya dibawain minyak gamat banyak. Hehehehe... 

Kalau saya seringnya pakai untuk obat luka, rupanya Ibu sering ngolesin di ujung telapak kakinya yang pecah-pecah. Rupanya itu juga sangat ampuh. Telapak kaki ibu berangsur membaik.

Belum lama ini, kakak saya terkena air panas di tangan. Betul-betul baru angkat dari kompor. Sempat bingung waktu dengar kakak teriak-teriak, saya pikir becanda. Rupanya tangannya sudah melepuh. Dia langsung mengucur tangannya dengan air di keran. Ia juga menyuruh saya mengambil jelly gamat yang ada di lemari. Sempat lama karena saya terburu-buru dan khawatir lihat kondisi tangan Kakak. Setelah disiram dengan air yang mengalir dalam waktu yang cukup lama, Kakak langsung mengolesi tangannya dengan jeli gamat.

Besoknya, dia cerita kalau semalaman merasakan sakit tak terkira dan jeli gamat satu pack yang masih oenuh itu habis tak bersisa. Bekas-bekas air panas yang sudah dibubuhi minyak gamat tak berbekas. Tapi luka yang tersiram air begitu banyak tetap menjadi hitam legam. Sekarang sudah membaik tentu saja. Alhamdulillah....

Dan jeli gamat di atas, saya baru tahu penampakannya setelah sekian lama di Indonesia dan fungsinya pun tak hanya sebagai obat oles saja. Ada jeli gamat yang diminum dengan fungsi lebih bermacam-macam lagi. Tentunya ini setelah dioah dengan tekhnologi dan aman untuk dikonsumsi. Tak melulu hanya untuk luka bakar atau luka terkena pisau. Ianya bisa meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan gangguan sakit lambung, mempercepat penyembuhan luka pada penyakit diabetes serta menghilangkan luka pada kulit gangren. Barangkali, jeli gamat bisa menjadi perantara penyembuhan sakit yang saya atau siapa pun alamai.


Kategori:

Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P