Bolu Siliwangi, Oleh-Oleh Pasundan yang ada di Banten


Oleh-oleh Pasundan ada di Banten? Eh, ini gimana ceritanya? Emang di banten sudah nggak ada oleh-oleh ciri khas lagi? Selow, selow... Banten dengan segala keunikannya itu tetaplah memiliki ciri khas oleh-oleh. ^_^

Minggu, 26 Juli 2020 bertempat di Jl. Raya Serang Jakarta KM. 4, Ruko Milenium No. 10 Kel. Penancangan-Serang telah dibuak salah satu store terbaru Siliwangi Bolu Kukus (SBK). Pembukaan store ini merupakan yang ke lima, setelah sebelumnya ada di Bogor, Cibinong (ada dua tempat lupa nama tepatnya) dan Bandung.

Selama ini hanya melihat cuitan kawan-kawan bloger yang kerap mengabarkan pembukaan store di beberapa tempat sebelumnya. Penasaran melihat keramaian saat pembukaan dan penasaran juga ingin mencoba rasanya.

Siliwangi, merupakan nama khas dari Bumi Pasundan. Kenapa Banten dijadikan target pembukaan store padahal dia nggak masuk Jawa Barat? Jawabannya ya sederhana, karena Banten dalam salasilah sejarahnya merupakan Bumi Pasundan. Eh, sebagai orang Banten yang nyasar, sebelumnya saya nggak kepikir ke situ. Ini setelah dikasih tahu Bang Aswi jadi ngeh tentang Bumi Pasundan dan Banten. 

Terbaiklah... Kayaknya bisa abis satu sendirian. hehehehe


Kembali ke SBK, seperti lazimnya pembukaan store sebelumnya yang dilakukan oleh pihak SBK, saat ceremonial pembukaan di Serang pun kembali diberlakukan promo. Di mana produk dibundling dengan harga Rp. 30.000 saja mendapatkan tiga varian rasa yang berbeda. Padahal, dalam harga normal SBK dijual dengan harga Rp. 27.500 per/item. Lalu bagaimana proses pembukaan di masa pandemi?

Alhamdulillah semua berjalan lancar. Dengan mengeluarkan 1000 kupon di mana dibagi dua sesi, semuanya ludes tak lebih dari dua jam. Pukul sembilan kurang sekian, ketika kami sampai di depan ruko SBK yang baru antrean sudah mengular. Padahal, pembelian baru bisa dilakukan pada pukul 10 pagi. Protokol kesehatan dijaga dengan ketat. Desainfektan, tempat cuci tangan sudah disediakan oleh panitia. Dan pembeli pun diwajibkan menggunakan masker. Sebelum mengambil kupon, pembeli sudah dipastikan dalam keadaan bersih oleh petugas. 

Calon pembeli bisa juga menikmati potongan-potongan sajian yang sudah dihidangkan oleh panitia.

Tepat pukul sepuluh pagi, transaksi jual beli boleh dilakukan. Wow! Beruntungnya, panitia memiliki aturan bahwa satu orang, hanya bisa mendapatkan satu kupon. Kalau enggak, wah... bakalan diborong oleh beberapa orang saja itu, mah. Owh ya, di pembukaan store di Serang Minggu lalu, juga diluncurkan dua rasa varian baru dari SBK. Martabak kacang dan talas oren. 



Sebelumnya, sudah ada berapa varian rasa? 12 varian rasa! Waw! Mengambil sejarah dari muasal Bumi Pasundan, maka berbagai rasa yang tersedia pun kental dengan kearifan lokal. Lihat saja, Susu Lembang, Strowberi Ciwidey, Kopi Bogor, Ubi Cilembu, Alpukat Mentega, Talas Bogor, Brwnies Coklat, Ketan Kelapa. Nama-nama yang diambil tentu saja bahan bakunya ada di Jawa Barat semua. Meski ada juga rasa Kurma Ajwa, tapi ianya tak menghilangkan sisi kental Bumi Pasundan.

Bagaimana dengan rasa baru? Hmmm... Ini sungguh saya merasa sedikit berdosa, karena sebelumnya mengira rasa martabak ini nggak enak. Seriusan... Saya pikir yang paling enak itu rasa alpukat mentega. Tapi rupanya rasa martabak kacang sungguh juwara! Muehehehe... ini beneran, yaks ^_^

Kalau kita masuk ke dalam toko SBK, di dalam itu tentu saja nggak cuma menjual bolu saja. Tapi ada banyak varian makanan yang tersedia. Dari sambal bawang, batagor, keripik dan sebagainya. Makanan-makanan tersebut diambil dari produk UKM di area Jabar. Sampai dengan pembukaan kemarin, produk UKM yang berasal dari Banten tentus aja belum ada. Tapi, saya yakin kalau kelak akan ada. Prinsip dari pengembangan SBK adalah maju bersama, jadi satu sama lain harus saling mendukung.

Pabrik atau pembuatan bolu hanya tersedia di kota Bogor saja. Kalau melihat jumlah produksi SBK, ianya banyak sekali. Apalagi kalau lagi promo. Menurut bang Aswi, terpusatnya produksi demi menjaga kualitas rasa tetap terjaga. Kalau dipikir, iya juga, sih. Mungkin, kalau ada pabriknya di Serang, rasanya akan sedikit berubah. Selain itu juga, modal produksi akan semakin embengkak. Karena tentu saja, besar di pembelian alat dan sebagainya. 

Owh ya, kalau lihat di semua pembukaan store SBK, hampir semuanya mengular. Yang menarik, saat ada store baru dibuka dan diadakan promo, maka store lain pun akan diadakan promo yangs ama juga. Menariks ekali cara marketing mereka.

Review tentang bolunya...

Nggak usah ditanyalah, lembut dan nggak ambyar. Yang bikin berantakan itu kejunya aja hehehe. Kakak saya, suka banget dengan yang martabak kacang. Bahkan, di hari kedua promo beli dua dapat tiga, kakak kembali nitip dengan kawan.


Kategori:

Bagikan:

1 komentar

  1. Bolu Siliwangi sudah ada di Banten, hmm.. Bolu ini jamin bikin ketagihan lidah

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P