PRUCinta: Asuransi Jiwa Syariah, untuk Orang-orang yang Kita Cintai




“Kalau nggak punya uang, planning keuangan hanya khayalan, Kak.”

Saya terdiam lama membaca komentar seorang teman di instagram sewaktu saya mengunggah gambar tentang PRUCinta. Bagi saya, yang pemahaman  literasi keuangnnya sangat minim, ketika mendengar tentang edukasi keuangan adalah sebuah ilmu baru yang membuat saya tergamam dan terdiam cukup lama. Apa kabar saya? Ke mana saja selama ini? 

Lalu teringat ketika bapak meninggal saat saya masih di SMA. Ibu, seorang diri berjuang membesarkan tiga anaknya. Kakak saya sudah menikah, jadilah ibu pontang panting membesarkan kami. Bapak, pulang ke pangkuan-Nya tanpa meninggalkan apa-apa. Kami, tentu saja bukanlah orang yang mengenal tentang literasi keuangan. Saat itu, bapak meninggal karena kecelakaan. Kabarnya, almarhum bapak mendapat santunan asuransi jiwa. Tapi, ndilalahnya ketika diurus asuransi itu tak didapatkan. Tak apa, hidup masih harus berjalan. 

Waktu berlalu. Beruntungnya, sejak kecil saya sudah terbiasa mandiri. Belajar hidup dengan mencari penghasilan sendiri. Meski berpenghasilan sejak kecil, bukan berarti saya pintar mengelola keuangan. Kalau ada pakai, nggak ada yah sudah. Ini seperti jadi momok tersendiri. Saya tak pernah memiliki dana cadagan. Pun dengan ibu saya.

Prudential, sebagai salah satu perusahaan asuransi besar di Indonesia pada hari Selasa 3 Maret 2020 mengeluarkan produk asuransi baru. PRUCinta syariah. PRUCinta merupakan produk asuransi jiwa syariah tradisional yang menyediakan perlindungan komperhensif selama 20 tahun masa kepesertaan terhadap risiko meninggal dunia dan meninggal dunia karena kecelakaan.

Menurut data Bapenas, kematian di Indonesia setiap tahunnya berjumlah 1,7 orang. Dan di tahun 2019 meningkat menjadi 1, 8 juta. Penyebab kematian masih dinominasi oleh penyakit tidak menular, 36%, penyakit menular 30% dan karena kecelakaan atau  bencana alam berjumlah 11%. Data dari kepolisian, data meninggal 3 orang setiap jam karena kecelakaan. Hal ini diungkapkan oleh Nini Sumohandoyo, selaku Goverment Relations and Community Invesment Director Prudential Indonesia. Ia juga menambahkan jika kecelakaan yang terjadi itu bukan hanya di jalan raya, tapi juga di rumah atau di tempat-tempat yang tak pernah diduga.

Seperti cerita saya di atas, bahwa kesadaran masyarakat mengenai perlindungan jiwa masih sangat rendah. Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia ( AAJI) menunjukkan bahwa pada 2019 tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2% dibandingkan total Produk Domestik Bruto(PDB). Angka ini masih tertinggal dari negara-negara Asia lainnyaseperti Korea Selatan (8,4%), Jepang (6,2%)dan Tiongkok (2,8%).





Dalam pemaparan yang disampaikan oleh HimawanPurnama selaku Head of Product Development Prudential Indonesia, "Berbagai pakar finansial menyarankan bahwa tiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan dan tak terduga, seperti meninggalnya sumber penghasilan utama. Dana ini harus dengan mudah dicairkan dan mencakup minimal total pendapatan rumah tangga selama satu tahun demi melindungi ketahanan keuangan keluarga yang ditinggalkan, PRUCinta, memberikan manfaat santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru yang lebih optimal selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama selama 10 tahun."

Mendengar uraiannya. Saya terdiam cukup lama. Tentunya ada banyak hal kenapadi  masyarakat kita masih sangat rendah pemahaman literasi keuangannya. Benar komentar teman saya di atas, kalau nggak ada uangnya, yah apa mau diasuransikan. Ini menjadi salah satu sebab kenapa banyak masyarakat kita yang nggak aware dengan produk asuransi jiwa.

Ibrahim Imran, atau biasa dikenali sebagai Baim, salah seorang musisi yang juga hadir sebagai salah satu narasumber mengisahkan perjalanannya sampai kemudian ia peduli dengan keluarganya. Menurutnya, adalah berbeda ketika ia masih lajang dan kini menjadi ayah dari dua orang anak. Katanya, mencintai adalah bagian dari melindungi. Ia yang mempunyai prinsip sewaktu-waktu bisa pergi lebih dahulu, maka menjadi perlu persiapan yang maksimal untuk mensejahterakan hidup keluarganya. Pekerjaanya yang kerap traveling dan mobile, risiko yang dihadapinya jauh lebih banyak. Memiliki dan menggunakan PRUCita merupakan bagian dari langkah kecilnya memberikan solusi perlindungan yang besar untuk orang-orang yang dicintai oleh Baim.

Dengan ahdirnya produk baru dari Prudential, tentunya saya sangat berharap bahwa nantinya, semakin banyak orang yang melek akan literasi keuangan. Pun ke depannya, asuransi jiwa tak hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja.

Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P