Panen Rumput Laut dan Bersih Pantai di Kepulauan Seribu



"Kalau yang masih basah, sekilonya Rp. 500.00, Mbak. Tapi kalau sudah dijemur, harganya sekilo bisa mencapai empat sampai lima ribu rupiah perkilogram." Waktu menunjukkan pukul dua belas siang lebih. Meski mendung, matahari masih terik di atas kepala. Pak Abdul Majid dengan ramah bercerita mengenai proses rumput laut dari dibudidayakan, dipanen, lalu proses penjemuran dan nilai rupiahnya. Ia bercerita di sela-sela makan siangnya. Kebetulan, saya duduk berdekatan dengannya. Di perahu bagian depan, sepulang dari mengikuti panen rumput laut perdana di Pulau Karang Lebar, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

Baginya, pekerjaan sebagai nelayan tak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena tergantung musim. Selain menjadi nelayan lepas, ia juga menjual ikan hias. "Kalau hanya ngandelin cari ikan saja, ini nggak bisa mencukupi kebutuhan, Mbak. Jadi, untuk kebutuhan sehari-hari bisa dari hasil melaut. Sementara kalau panen rumput laut begini hasilnya bisa ditabung." Pak Abdul Majid, adalah salah satu penerima manfaat dari program Desa Cahaya, "Budidaya Rumput Laut, Pengolahan dan Pengembangan Ekonomi Petani di Kepulauan Seribu" yang digagas oleh Nirunabi Foundation bekerja sama dengan YBM PLN.

Hari pertama panen rumput laut bersama Pak Martono ketua bidang II YBM PLN dan istri


Panen Rumput Laut

Senin, 23 Desember 2019 bersama dengan Yayasan Baitul Mal PLN (YBM PLN) dan Nirunabi Foundation saya turut serta ke Pulau Karang Lebar untuk memanen rumput laut. Hadir di kesempatan tersebut adalah Bupati Kepulauan Seribu, Pak Husain Murad diikuti oleh wakil dan jajarannya. Juga dihadiri oleh pihak lurah dari Pulau Pramuka juga tim dari YBM PLN dan Nirunabi Foundation.

Ini adalah panen pertama setelah program pemberdayaan rumput laut di Keplauan Seribu yang diinisiasi oleh Nirunabi Foundation bekerja sama dengan YBM PLN. Melihat sejarahnya, Kepulauan Seribu adalah penghasil rumput laut sejak tahun 80-an. Di tahun 2000-an, hasil rumput laut di kepulauan mulai berkurang. Bahkan, menurun drastis. Ada berbagai sebab tentu saja, di antaranya adalah penurunan kondisi lingkungan limbah sungai yang berada di daerah sekitar Kepulauan Seribu yang terbawa arus (sumber Republika).

Pada tahap pertama, pemberdayaan ini diberikan kepada 100 penerima manfaat. Dengan tujuan meningkatkan pendapatan warga, pemberdayaan ini tentu saja dilakukan tak hanya dilakukan di hulu saja. Tapi juga sampai ke hilir. Di mana dari pemilihan bibit yang sesuai, nilai ekonomi, pembenihan, juga perawatan sampai kemudian panen setelah masa 40 hari. Pun setelahnya, pada pengolahan dan pemasaran pun pihak Nirunabi dan YBM PLN masih melakukan pendampingan. 

Di tanggal 22 Desember 2019, panen perdana rumput laut dihadiri langsung oleh Pak Martono, selaku ketua bidang II YBM PLN. Menurutnya, program pemberdayaan yang ada di kepulauan Seribu ini akan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga para petani bisa berdaya dan mandiri. 

Penyerahan Sampan

Selain panen di tanggal 22 Desember, di hari itu juga YBM PLN dan Nirunabi Foundation memberikan batuan berupa sampan. Ada lima sampan yang diberikan kepada nelayan dan petani rumput laut. Sampan ini untuk menunjang dan memudahkan saat panen rumput laut. 

Penyerahan perahu kecil untuk kemudahan petani rumput laut ketika panen


Bersih Pantai

Minggu siang 22 Desember 2019 masih dengan YBM PLN dan Nirunabi Foundation bersama dengan warga sekitar kami menyisir pantai di Pulau Pramuka untuk membersihkan pantai. Sepanjang pantai yang kami kutip sampahnya, hampir 85% sampah yang kami dapat adalah sampah plastik. Menurut Bupati Kepulauan Seribu, 70% sampah yang ada di pulau adalah plastik. Menurutnya, sampah yang ada sekarang ini adalah tanggung jawab bersama. Baginya, kini tak lagi harus saling menyalahkan siapa yang paling berhak dan wajib membersihkan pantai, karena ianya memang tanggung jawab bersama.

Bupati  mengharapkan kepada sesiapa yang datang ke pulau untuk turut serta menjaga kebersihan dan lingkungan. Usahakan membawa botol minum sendiri, biar nggak banyak-banyak beli air mineral dan botolnya nggak terbuang ke laut. Kalau melihat secara keseluruhan Pulau Pramuka, ianya cukup bersih. terima kasih, kepada semua petugas kebersihan yang selalu berhempas pulas menjaga kebersihan laut. 





Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P