Aplikasi GERMAS PAS untuk Cek Rumah Makan Bersih dan Sehat

Apa itu alikasi Germas Pas?

Aplikasi Germas Pas? Apa itu? 

Pernah keracunan makanan? Kalau belum pernah, bersyukurlah. Beberapa tahun lalu, saya pernah mengalami keracunan makanan. Gimana tahu kalau itu keracunan? Mual, sakit perut melilit berkepanjangan dan sering buang air besar (BAB) Tadinya saya nggak yakin kalau mengalami keracunan makanan. Mungkin saya masuk angin. Tapi di waktu yang sama, saudara saya juga mengalaminya. Belum lama, kami menikmati sambal pecal oleh-oleh dari salah satu kota. Kesimpulan kami saat itu, kami mengalami keracunan dari sambal pecal yang kami nikmati. Tanpa pikir panjang, sambal pecal yang masih ada beberapa kami buang. Saya takut kalau beberapa sambal yang lain ketika kami makan akan menyebabkan perut melilit, mual dan pusing.

Lalu, apa hubungannya kejadian di atas dengan aplikasi Germas Pas? Mari kita lanjut...

Gerakan Masyarakat Pangan Aman dan Sehat (Germas Pas) merupakan aplikasi yang dibuat oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI dan diluncurkan pada 11 Februari 2019. Apa tujuan dibuat aplikasi ini? 

Selasa, 17 September lalu saya hadir di acaranya Kemenkes dalam acara sosialisasi aplikasi Germas Pas. Acara ini dihadiri oleh dinas kesehatan se-Jabodetabek juga para pelaku usaha yang sebagian besar adalah para pebisnis makanan. Bloger sendiri diundang untuk turut serta mengabarkan kepada khalayak tentang apa itu Germas Pas juga pemanfataannya bagi masyarakat luas. 

Germas Pas dibuat atas dasar beberapa Kejadian Luar Biasa (KLB) mengenai keracunan makanan. Tahun 2018 merupakan tahun paling besar terjadinya KLB keracunan makanan. hal ini tentunya disebabkan oleh banyak hal. Dan salah satu yang pernah terjadi adalah keracunan makanan saat menikmati hidangan kenduri. Germas Pas merupakan bentuk preventif dari Kemenkes. Germas Pas diluncurkan pada 11 Februari 2019. Dalam aplikasi tersebut, pengguna dapat melihat rumah makan, jasa boga dan depot air minum yang sudah memiliki Sertifikat Laik  Hygene (SLH) dalam jarak 5km. Jadi, setiap rumah makan, jasa boga mau pun depot air minum yang ada dalam aplikasi Germas Pas sudah terjamin kebersihan dan kesehatannya.

Menurut penjelasan dr, Kirana Pritasari Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat menjelaskan bahwa ada lebih kurang 147.000 jumlah pengelola pangan yang terdata, tapi sampai saat ini baru 56.000 pengelola terdaftar dan baru 42.000 saja yang  memenuhi syarat. Lalu, apa saja syarat untuk memiliki SLH? Alurnya bisa dilihat di gambar ini, 



Sebagai masyarakat awam dan yang kadang sesekali jalan-jalan, adanya aplikasi ini tentunya sangat membantu. Karena saya jadi lebih tahu kira-kira mana saja restoran atau penyedia tata boga yang sudah terdaftar dan sehat. Dalam acara ini, selain disuguhkan tentang aplikasi germas Pas saya pun baru mengetahui berbagai hal. Salah satunya adalah suhu ruang yang digunakan untuk menyimpan daging kurban supaya lebih lama. (karena ku kira asal dingin aja) Hahahahaha... parah, ih! 

Setelah ini, semoga nggak ada kejadian lagi kasus keracunan makanan yang disebabkan karena oleh-oleh. Aamiin...



Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P