Ada 265 Stan di Kriya Nusa 2019

Rabu, 11 September 2019 Balai Kartini Jakarta ramai lalu lalang orang. Di pintu utama, karpet merah terbentang di dua sisi menuju dua gedung, hilir mudik manusia kali ini tak biasa, karena pakaian yang dikenakan tak  selayaknya baju hari-hari biasa. Baju adat dari berbagai daerah dipakai oleh orang yang hadir di Balai Kartini. Pun semakin ke dalam, hilir mudik orang yang datang tetap diwarnai dengan baju-baju daerah. Sangat meriah. Di pintu masuk gedung utama, bangunan khas Minangkabau menyambut kami yang baru masuk. Megah dan mewah.



Bersama Ifendayu, saya mengajak ia berkunjung ke Pameran Kriya Nusa 2019. Sengaja saya mengajaknya ke pameran tersebut karena kebetulan ia pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah Jember. Selain mengajak Ifen, saya juga membuat temu janji dengan Mbak Tanti, teman yang dulu di Tempo. Dan setelah bertemu dia, rupanya Mbak Tanti sudah membli tas laptop dengan warna biru bunga-bunga. Motofnya bagus banget. Sayang nggak motret. Huhuhu....

Beberapa hari sebelumnya di tanggal 9 September 2019 bertempat di Kembang Goela Restoran saya hadir di acara Temu Netizen KriyaNusa 2019. Acara ini dihadiri oleh beberapa pemangku kebijakan dan panitia Kriya Nusa 2019. Yaitu, Widodo Muktiyo, Direktur Jenderal Informatika dan Komunikasi Publik (IKP), Euis Saedah, sekretaris Jenderal Dekranas, Triana Rudiantara, Ketua Bidang Humas Promosi dan Publikasi KriyaNusa dan Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik.

Acara ini merupakan bagian dari sosialisasi pihak KriyaNusa 2019 untuk manggandeng warganet menyebarluaskan acara KriyaNusa. Berbagai promosi dilakukan oleh pihak penyelenggara, tentunya tak hanya melalui warganet, tapi juga melalui videotron di tempat-tempat strategis di Jakarta. Ada juga melalui penyebaran SMS menjelang hari H pelaksanaan KriyaNusa.

KriyaNusa 2019 mengusung tema, "Peningkatan Daya Saing Produk Kerajinan Melalui Pengembangan Kreatifitas dan Kewirausahaan." Simbol pameran tahun ini merupakan ikon Sumatera Barat berupa motif  Pucuk Rabuang yang melambangkan kuncup bambu muda yang lembut, namu jika usdah dewasa bisa menjadi bambu yang kuat dan kokoh.

Mau motret ini pas sepi agak susah


KriyaNusa merupakan ajang tahunan yang dilaksanakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Dekranas sendiri hadir di Indonesia sejak tahun 1980. Dekranas merupakan oragnisasi yang strukturalnya berisi istri-istri para pemangku kebijakan. Sekarang, ketua dan wakil ketua dijabat oleh ibu Iriana Jokowi dan di bawah ketua umum adalah ibu Mufida Jusuf Kalla. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Triana Rudiantara sebagai humas dalam acara KriyaNusa 2019. Menurutnya, Perbedaan Dekranas tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah hasil dari pengembangan UKM selama ini .

Hadir dan melihat langsung KriyaNusa 2019 di hari pembukaan, ruangan Balai Kartini dipenuhi oleh tamu-tamu undangan dari berbagai daerah. Sayangnya, saya tak melihat langsung ketika ibu Iriana dan Ibu Mufida hadir langsung di acara ini. Meski banyak istri pejabat yang hadir, tak ada pengawalan ketat. Tak ada pemeriksaan dari barang-barang yang kami bawa.

Mengunjungi satu demi satu setiap stan di dua gedung, saya dibuat terbelalak dengan karya-karya kriya dari seluruh Indonesia. Ada 265 stan terdiri dari 37 stan Kementrian dan BUMN, 170 stan Dekranasda, 25 stan individu, 8 stan mitra dan 6 stan asosiasi. Waktu pembukaan, ada juga fashion show dan sebagian besar yang ditampilkan adalah baju-baju dari Minang.

Karena belum makan siang, kami mencar gerai makanan. Di lantai atas, mengambil space sedikit ada gerai makanan dengan sajian makanan khas daerah. Ada nasi jamblang, sop konro, kopi aceh, mie aceh dan banyak lagi. Ifen membeli sop konro dan pisang ijo. Pikirnya, karena dia belum pernah makan. Syukurnya, Ifen tidak kecewa dengan sajian yang diterima. Sop khas Makassar dengan isi dua tulang besar menjadi sajian makan siang kami berdua. Sementara Mbak Tanti, katanya sudah makan siang.

Selesai makan siang, kami kembali mengelilingi stan-stan KriyaNusa sebelum meninggalkan lokasi acara. Saya sengaja mengajak Ifen ke KriyaNusa, karena dia sendiri merupakan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Meski unit usahanya makanan, bukan kriya hehehehe... 


Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P