Mencicipi Buah Berangan di Petaling Street



Buah berangan ini saya ambil fotonya dari blog ini

Tujuh tahun bukanlah waktu yang sebentar.  Awal tahun 2006 hingga akhir tahun 2012 saya tinggal di Malaysia. Sering ke mana saja waktu itu? Hmm... nggak banyak, sih. Kalau janjian sama teman biasanya hanya di sekitaran Kuala Lumpur, nggak jauh-jauh dari Masjid Jamek, Petaling Jaya, Pasar Seni (Central Market), Pudu Raya, Bukit Bintang dan Kuala Lumpur City Center (KLCC). Sebetulnya, masih banyak lagi. Tapi waktu di Malaysia tempat-tempat itulah yang sering saya datangi. Lagi pun, tempatnya saling berdekatan dan transportasinya mudah.

Ingat pertama kali dulu ketemu sama Wina, kami janjian di Pudu Raya. Di situ, setiap akhir pekan biasanya banyak banget dikunjungin sama para tenaga kerja dari berbagai negara. Bangladesh, Filipina, Thailand dan tak sedikit tenaga kerja Indonesia. Sebetulnya, saya ini buruk banget navigasi petanya. Sering banget nyasar kalau jalan di situ. Hahahaha...

Trus kalau ada wisatawan yang ke Kuala Lumpur (KL), biasanya ke mana saja? Banyak! Sebagian sudah disebut di atas. Dan salah satu tempat yang kerap didatangi adalah Petaling Street. Petaling Street merupakan salah satu pusat membeli oleh-oleh ketika ke KL selain Pasar Seni. Petaling Street ini merupakan Cina Townnya Kuala Lumpur. Jadi jangan heran kalau ke sini melihat ornamen-ornamen warna merah. Gerbang masuknya pun berwarna merah, khas nuansa Tiongkok. Dulu pertama kali mau ke Petaling Street dilarang sama majikan. Katanya, nyari makanan halal susah. Apa iya? Tidak juga. Di Petaling Street, meski para peniaga banyak ditemukan beretnis Cina, banyak juga ditemukan peniaga lokal melayu. Tapi sebagai muslim, saya memang harus lebih berhati-hati. Kalau mau nyari makan yang mudah ya di Pasar Seni.


Sumber gambar 123rf.com. Koleksi foto saya enah pada ke mana huhuhu


Yang paling saya sukai di Petaling Street saat petang adalah penjual kacang kenari atau kalau di Malaysia disebut buah berangan. Jangan tanya kenapa dinamakan buah berangan, saya tahunya makan saja hehehehe. Dimakan pas panas-panas, enak banget. Rasanya hampir mirip kayak biji nangka rebus. Kalau ke sana, pasti nggak pernah absen untuk membelinya. Enaknya beli buah berangan ini bisa lihat langsung proses sangrainya. Kebanyakan penjualnya mamak India yang ramah. Sesekali, kalau jalan-jalan ke KL dan singgah di Petaling Street untuk membeli oleh-oleh, cobalah untuk mencicipi buah berangan. Tapi jangan salahkan saya kalau ketagihan, soale sekarang saya nyari di Indonesia susah. Buehehehe... Owh ya, di Petaling Street, mulai ramai orang jualan itu menjelang sore dan puncak keramaiannya adalah malam. 

Owh ya, saya pernah menginap di hotel sekitaran Petaling Street waktu ke sana tahun 2016. Wah, sudah lama banget ternyata. Ini juga waktu jalan-jalan sama Gaya Travel. Saya nginep dengan Mbak Olyp. Karena sebelumnya kalau ke sana hanya sesekali dan di akhir pekan,  saya nggah ngeh kalau di sekitaran situ ternyata banyak penginapan. Penginapan-penginapan di sekitaran Petaling Street tentunya menjadi alternatif penginapan murah bagi wisatawan.


Ornamen di Lantern Hotel ^_^


Lantern Hotel, adalah salah satunya. Hotel ini benar-benar berada di tengah Petaling Street. Ah, pasti sempit dan kumuh! Eit, jangan salah. Meski berada di tengah hiruk pikuk area Petaling Street, hotel ini sangat bersih dan rapih. Sarapan paginya juga tidak mengecewakan. Namanya Lantern Hotel, pas masuk ke hotel kami disajikan ornamen lampion. Pun di luar hotel, lampion bergelantungan di luaran hotel. Waktu itu pesannya gimana? Kami langsung ke lokasi, karena sebelumnya kami jalan dari daerah lain. Sorenya, sempat menikmati keramaian Petaling Street bersama Mbak Olyp.

Lah, terus kalau misal ada yang mau ke sana dan pesan kamar lebih dulu bisa, nggak? Owh, tentu saja bisa banget. Salah satunya, ya, pesan pake aplikasi pegipegi. Lantern Hotel sudah bisa dipesan melalui pegipegi dan masuk ke bagian hotel di Kuala Lumpur. Lantern, termasuk penginapan murah di Kuala Lumpur karena harganya sangat terjangkau. Selain itu, ia juga berada di pusat kota, mudah untuk berkeliling ke berbagai tempat di KL. 

Cara pergi ke Petaling Street atau ke Lantern Hotel gimana? Gampang... Kalau langsung dari Bandara Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) bisa langsung naik bis ke KL Central, atau bisa juga naik Express Rail Link (ERL) tapi ERL mahal, RM. 55. Kalau naik bus nggak sampai RM. 20^_^. Nah, dari KL Central bisa naik LRT arah Gombak, turunnya di Pasar Seni. Dari Pasar Seni bisa jalan kaki (kalau nggak bawa barang) atau bisa juga naik taksi. Tapi nggak jauh, sih. Itu yang saya bilang sering nyasar karena buta arah mehehehe... Kalau nyasar, jangan sungkan nanya ke orang ^_^ 

Difoto sama Mbak Olyp

Sarapannya lumayan lengkap.

Narses di depan hotel

Waktu nginep di Lantern, kamar kami yang ini. Harga relatif terjangkau, Rp. 374.816 di pegipegi. Foto koleksi milik pegipegi




Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P