Sekolah Dasar Negeri 03 Karangsari

SD Negeri 03 Karangsari


Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karangsari 03 berada di Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Jika melihat jarak, desa ini lumayan jauh dari kecamatan juga dari kabupaten. Dulu, di tempat inilah saya belajar. Mengenyam pendidikan dasar selama enam tahun. Di sekolah itu pula pertama kali saya mengenal abjad sampai kemudian bisa membaca. Kalau mengenang lagi masa-masa SD, saya hampir masih mengingat semua nama teman-teman satu kelas. Karena kebetulan satu kelas saat itu hanya ada 28 orang. Itu pun dengan beberapa perubahan di mana teman satu angkatan tidak lulus bareng, pun kemudian yang awalnya kakak kelas menjadi satu kelas. Zaman dulu, wajar rasanya jika sekolah tidak naik kelas.



Cuaca lagi bagus ^_^


Yang paling saya ingat sepertinya momen kelas 6 SD. Formasi dalam satu kelas, di mana ada tiga baris bangku. Sebelah barat bagian kanan satu baris bangku diisi oleh para siswi. Saya akan mengingat siapa aja teman-teman perempuan waktu SD. Kursi paling depan, diduduki oleh Suminah dan Atik Widiastati. Barisan kedua, saya dan Mujiwati. Bagian ketiga, Nurhayati dan Wasilah dan paling belakang ada Wasniah juga Timi. Ya, ceweknya Cuma delapan orang doang.

Beralih ke bangku tengah, saya nggak tahu masih inget apa enggak teman-teman cowok ini. Hahahaha. Seingat saya, kursi bagian depan diduduki oleh Toha dan Tikno. Terus ke belakangnya lupa, deh. Bahahaha... parah ini. Nyerah kalau urusan duduk dan ngurutin bangku. Mungkin diurut aja siapa nama-nama mereka. Kalau nggak salah ingat, ada Warto A, Warto B. Kenapa diberi label A dan B? Itu untuk memudahkan kami absen karena satu kelas ada nama yang sama. Warto A, rumahnya di kampung atas, sedang Warto B di kampung bawah. Ada lagi Sayono, Daryono, Sodikin, Nurwibowo, Agus, Maksum, Rosikin, Tarmudi, Budi dan... Sepertinya saya nggak ingat lagi. Angkat tangan dulu untuk ini.



Di sini, dulu untuk kelas 4, 5 dan 6


Dari teman sekelas, mari beranjak mengingat nama-nama  guru. Guru waktu SD itu jumlahnya lebih sedikit, karena satu guru satu kelas. Yang beda hanya guru agama dan guru olahraga. Kelas 1, saya diajar sama Bu Guru Ning. Beliaulah yang pertama kali mengenalkan huruf ke saya. Tentang beliau, sepertinya harus ditulis khusus. Kelas dua, saya lupa nama gurunya. Beliau lelaki, orangnya baiiikkkkk banget. Kalau ngajar sering bawa anaknya. Kelas tiga saya lupa diajar siapa, kayaknya Pak Guru Gono. Beliau juga sangat lemah lembut, nggak marahan. Kelas 4 SD diajar sama Bu Guru Sri, kelas 5 kayaknya sama Bu Guru Ning lagi dan kelas 6 diajar sama Pak Guru Aspuri.

Dari nama-nama guru di atas, ada dua guru yang ngajarnya pada bidang masing-masing. Mereka adalah guru olahraga dan guru agama. Guru olahraga saya lupa namanya, karena beliau dipindah tugaskan. Ingat waktu beliau mengucap salam perpisahan, semua anak menangis dari kelas satu sampai kelas enam. Pak Guru olahraga ini juga orangnya baikkkkk banget. Makanya ditangisin.  Maksum, guru agama. Ah, kalau mengingat beliau, saya sedih :( berasa banyak banget dosa-dosanya. Kadang, kami satu kelas seperti kompak untuk menjadi nakal saat pelajaran agama :((((. Terberkahilah Pak Guru Maksum, semoga apa-apa yang bapak ajarkan menjadi manfaat untuk kami juga menjadi amal jariyah untuk Bapak...

Berapa uang jajan waktu SD? Hmm... sebagai warga kelas kismin, uang jajan saat itu hanya Rp. 25 sahaja. Itu tahun 1989. Wehehehe... tuwa banget, yaks. Duit segitu biasanya Cuma dapet satu jenis makanan doang. Karena rata-rata makanan paling murah ya Rp. 25. Minumnya? Yah kalau bawa uang lebih bisa beli es. Kalau nggak cukup uang, kalau haus kami minum di belakang sekolah. Soale di belakang sekolah ada sumber air. Iya, ada sumber air. Soale ada pohon karetan kebo yang besar banget di belakang sekolah.
Main apa waktu SD? Macam-macam! Dari main bekel, kijingan, umbulan, dino, petak umpet dan sebagainya. Kalau anak laki, nggak sedikit yang mandi di kali. Tapi pas saya kelas 6 pun pernah mandi di kali, ding. Sekali-kalinya itu melakukan. Abis itu tobat! Wahahaha...

Jadi, masa SD teman-teman bagaimana? ^_^




pohon karet kebo yang senantiasa mengalirkan air sepanjang tahun...

Belakang sekolah tentunya beda dengan zaman ketika saya sekolah dulu :(

Foto-foto di atas koleksi lama. Sepertinya tahun 2017. Penampakan di belakang sekolah sekarang sudah jauh berbeda lagi.

Kategori:

Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P