Bukan Penikmat Mudik, Tradisi Ketika Idul Fitri

Dua bulan lalu pulang sama teman, ikut panen cabai tetangga. Kalau lebaran, mana bisaaa. ya kalik lebaran-lebaran ke kebun :D


Sudah berbelas tahun sejak pertama kali merantau, saya jarang sekali mudik ketika lebaran. Eh, jarang atau nggak pernah, ya? Pulang ke kampung halaman bagi saya tak meski ketika lebaran. Terdengar aneh, ya? Ada banyak hal yang membuat saya enggan pulang ketika lebaran. Salah satu penyebab utamanya adalah ketika saya tujuh tahun merantau di Malaysia dan nggak pernah pulang selama lebaran. Eh, tapi itu kayaknya penyebab lain, sih. Sebab-sebab lainnya tentu saja ada dan kalau ditilik, mungkin ini yang menyebabkan saya jarang sekali mudik ketika lebaran. 

Mudik November lalu bareng teman juga. Tuh, banyak yang demen main ke kampung halam saya :D ahahaha


Merantau Menyusul Orang Tua

"Hati-hati minum air Banten. Kalau sudah minum, nanti bakalan lupa kampung halaman." 

Kalimat tersebut penah diucapkan oleh nenek ketika saya masih kecil. Dulu, saya ditinggal merantau oleh kedua orang tua. Saya di desa bersama nenek dan saudara lainnya. Saat itu, kedua orang tua saya pulangnya hanya setahun sekali, ketika lebaran tiba. Itu pun sampainya betul-betul satu hari menjelang idul fitri. Jadi, saya adalalah salah satu anak yang acap menunggu kedatangan orang tua dengan harap-harap cemas. Ingat, dulu kedua orang tua sering cerita bagaimana proses pulang ke kampung halaman menaiki bis. Dari berebut kendaraan, berebut tempat duduk, macet, copet dan kesulitan lainnya. Pernah, ibu saya pulang dengan tas ternganga disobek pisau oleh pencopet. Beruntungnya isi tas tidak diambil.

Lulus Sekolah Dasar (SD), saya menyusul kedua oang tua ke Banten. Tepatnya di Cilegon. Setelah berkumpul dengan bapak dan ibu, tak menjadikan kami sekeluarga untuk mudik tatkala hari raya tiba. Semakin lama, kebiasaan itu semakin mendarah daging. Kendati pun kami pulang hari raya, biasanya beberapa hari paska lebaran. Kebiasaan ini kami tanam terus menerus di antara kami adik beradik dan orang tua. 

Desaku yang kucinta....


Macet di Jalan

Namanya mudik, ya pasti macet. Begitu kata teman-teman yang biasa pulang ketika lebaran. Konon, macet adalah bagian dari mudik lebaran, nggak ada macet, nggak mudik. Kebiasaan turun temurun keluarga saya, ketika pulang kampung naik bis. Ya, nggak pernah enggak, lebaran pulang pasti menggunakan bis. Beberapa kali ketika saya pulang paska lebaran pun naik bisa bersama dengan saudara dan rakan handai dari kampung tetangga. Bayangkan, paska lebaran saja masih macet, gimana sebelum lebarannya. Saya angkat tangan. 

Saya salut dengan kebanyakan orang yang selalu mudik ketika lebaran dan tak peduli kendala kemacetan di jalan. Bagi mereka, macet betul-betul menjadi bumbu mudik. Tabik! Semoga lebaran tahun ini antrian kemacetan tidak semakin banyak dikarenakan mahalnya tiket pesawat.

Sulitnya Membeli Tiket Kereta Api Sebelum Lebaran

Lho, katanya turun temurun selalu naik bis, kok tiba-tiba sulit membeli tiket kereta api? 

Hehehehe.... Boleh dong memecah tradisi? Sejak beberapa tahun lalu, saya sering naik kereta api ketika pulang ke kampung halaman. Biasanya, saya akan memesan tiket kereta secara online. Lebih mudah, hemat waktu dan tidak terjebak macet. Biasanya, saya akan pulang sebelum Ramadan, atau setelah hari raya usai. Tahun ini, saya diajak pulang setelah lebaran karena ada saudara yang mau menikah. Saya mulai melihat-lihat jadwal  kereta api yang ada di pegipegi. 

Bisa dipesan dengan mudah


Alhamdulillah, tiket kereta api lebaran masih ada di pegipegi dan waktunya sesuai. Saat pulang, biasanya saya akan memesan tiket dengan tujuan stasiun Tegal. Padahal, saya tinggal di Kabupaten Pemalang, tapi desa saya lebih dekat dari Tegal berbanding dari stasiun Pemalang. Eh, tapi kayaknya sama aja, ding jaraknya. Hanya saja, kalau dari Tegal akan lebih murah harga tiketnya berbanding ketika saya harus turun di stasiun Pemalang (ketahuan banget murahan) ahahahaha. Sebelum Ramadan, saya pulang dengan seorang teman. Dan seperti biasa, sebelumnya pasti saya sudah memesan tiket kereta api online. Karena kini, semuanya bisa dilakukan dengan mudah hanya melalui handphone saja ^_^

Ada banyak pilihan bank



Kategori:

Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P