Kalau Sudah Menghapus Broken Link, Mau Rajin Ngeblog?

Broken link, makanan apalagi itu? Mulanya, saya memang nggak tahu sama sekali mengenai broken link ini. Jika bukan karena linimasa facebook di mana teman-teman blogger merisaukan tentang broken link, tentunya saya sangat tidak peduli. Ya, kabar mengenai broken link ini saya tahu sejak tahun lalu.Tapi, saya tetap abai dan menikmati leyeh-leyeh sebagai blogger yang pernah rajin. Mahahahahaha....

Pikir saya saat itu, peduli amat dengan segala broken link dan macam-macamnya. Toh, saya juga sudah jarang nulis di blog. Tapi, tapi... bulan lalu kok saya mendadak iseng cek broken link. Nggak tahu gimana caranya, saya googling dulu. Langsung nemu free broken link cheker. Iseng naro nama blog sendiri dan hasilnya? Ck.. ck.... Hampir 1000 broken link! Mamam, tuh! Selesai? Tentu saja tidak. Lah wong saya aja nggak tahu gimana caranya menghapus link-link yang katanya broken itu. 

Setelah beberapa waktu, masih segini banyak broken link yang belum dihapus. Sabar, semoga nanti bisa dibersihin semuanya :D


Selanjutnya, tentu saja saya langsung googling lagi gimana caranya menghapus link-link tersebut. Dan, lagi-lagi saya harus menelan kecewa ketika tahu harus menghapus link satu-satu! Astaga.... Hahahahaha.... Tak apalah, sekalian belajar, akhirnya saya mencoba menghapus link-link yang bermasalah. Apa sudah selesai? Tentu saja belum. Saya melakukan penghausan link dengan santai. Sepertinya, lebih krusial memaksa diri untuk mengisi blog ini dari sekadar menghapus broken link.

Ngomong-ngomong, emang kenapa mesti dihapus? 

Mungkin segala jawaban tentang dampak buruk broken link bagi blog sudah banyak ditulis oleh para blogger. Jadi, saya nggak akan juga nulis macam-macam tentang tetek bengeknya. Selama menghapus link satu demi satu, yang berloncatan di kepala saya justru tentang hati-hati dalam memasukan link di blog. Bagaimana bisa saya memiliki ribuan broken link? Ceritanya tentunya sangat panjang. Hal pertama, mengenai seringnya saya beberapa tahun lalu mengadakan give away juga menerima placement Content. 

Pada saat mengadakan give away, tentunya saya sering memasang link blog teman-teman yang ikutan. Dan, blog teman-teman itu sekarang sudah nggak aktif lagi. Jadilah menjadi salah satu musabab banyaknya broken link. Selain itu, perpindahan domain dari anazkia dot com ke anazkia dot id juga sangat memengaruhi. Karena selama ini saya sering menulis baca aja di sini dengan mencantumkan link tulisan-tulisan sebelumnya. Nah, sebagian besar content placement juga linknya sudah nggak aktif, jadi saya matikan semua. Termasuk beberapa acara blogger yang pernah saya ikuti, itu linknya sudah pada nggak aktif.

Kenapa niat banget buat menghapus broken link? Waktu menghapus satu-satu itu sambil mikir, ini kalau ada orang nyasar di blog kasihan juga. Mereka bakalan nemu link tapi udah nggak aktif. Emang yakin masih ada yang ke blog saya? Yah nggak juga, sih Wekekekekeke... 

Jadi, mulai sekarang saya mau belajar nulis di blog ketika mencantumkan link cukup menyertakan alamat blognya saja tanpa link hidup. Biar nggak repot nantinya wehehehe... Apakah setelah ini mau rajin ngeblog? Yah nggak musti juga, sih. Namanya bersih-bersih, anggep aja kayak saya yang bersihin kamar trus abis itu bisa nyaman buat tidur. :D 

Bagikan:

2 komentar

  1. Kalau masukin link, cukup menyertakan alamat linknya saja. Emm...mungkin yang dimaksud itu alamat blognya saja atau url blognya saja. Gitu bukan, Kak? Hahahah


    Semoga seteleah ini bisa nyaman dan tambah pules boboknya, yaaa. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Howiyah, bener iki. Ahahahaha
      Suwun ya, Dah. Udah dikoreksi ^_^

      Hapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P