Liburan ke Kampung Halaman Teman

Mampir Tegal, mencicipi kuliner Tegal ditemani Mbak Ila, yang asli orang Tegal
Cerita ini ditulis oleh Kiky ketika berkunjung ke kampung halaman. Pesan saya ke Kiky, "Ky, jangan lupa lipet halaman depan kampung Kanaz, ya. Biar ketika Kiky rindu, bisa didatangi kapan saja selagi ada waktu."

Yang akan dilipat dalam kenang


Senja menemani kepulanganku hari ini. Sayang  sekali, aku sendirian di kereta. Duduk di antara tiga orang yang tak ku kenali, ingin mengajak ngobrol mereka tapi sayangnya mereka laki-laki semua dan aku kurang tertarik untuk berbicara sore ini, agak sebal karena harus dapat tempat duduk dipinggir, tidak di sebelah jendela. Kenapa aku bisa duduk di kereta sendiri? Padahal, aku pergi bersama tiga orang teman. Ah, teman... aku rasa, mereka bukan teman-temanku...

Aku masih sedih karena harus pergi meninggalkan kampung sahabat sekaligus kakakku, panggil namanya Kanaz. Beberapa hari di sana memberi banyak pelajaran untukku, tentang sebuah kesederhanaan, prinsip hidup, sampai alam adalah milik tuhan, kita hanyalah penumpang yang tak punya malu dengan segan merusak segala yang telah diberikan tuhan atas dasar pinjaman.

Malu saat menyadari tingkahku, saat aku bukanlah manusia besar yang hidup di bumi yang katanya sebesar daun kelor ini, nyatanya aku hanya seekor kuman yang hidup di sebuah alam semesta yang tak bisa ku ukur nilainya dengan pasti, apalagi ku samakan dengan sebuah daun kelor, mungkin aku akan dikutuk oleh tuhan karena mengecilkan segala ciptaannya ini.

Bahagia ketika aku sadari masih ada orang baik yang mau menerimaku, menggandeng tanganku dengan hangatnya, ku pikir terlalu banyak orang jahat didunia ini yang membuatku tak percaya siapapun lagi, ternyata aku salah. Ingin ku caci mataku ini yang selalu kututup dengan kacamata kuda hingga pandanganku hanya sebatas apa yang ingin ku lihat, padahal dunia tidak seperti itu.

Aku dapat keluarga baru, mama baru, banyak nasehat yang aku terima. Ternyata, hidupku banyak yang salah jalan, aku suka berpikir, akulah yang paling menderita di dunia ini, tuhan terlalu jahat kepadaku, ternyata aku salah. Beruntunglah Tuhan tidak menendangku dari dunia milik-Nya ini, bisa apa aku jika Tuhan murka kepadaku? Ternyata banyak orang yang lebih kuat dari aku dengan masalah yang aku rasa mungkin jika jadi dia, aku tidak akan sanggup.

Aku pikir hanya aku yang berpikir satu satunya tapi ternyata banyak yang berpikir sama, ku pikir, ku pikir terus. Sampai aku gatau lagi akan berpikir apa, banyak yang masih ku pertanyakan. Sudahlah..

Ohya kemarin di karangsari, aku makan pete, aku makan ubi, aku makan talas, aku makan daun singkong, aku makan mangga, aku makan mulu lahhh pokoknya, terima kasih yang sangat banyak ke kanaz ❤

Oh ya aku juga main, jalan kaki, blusukan ke kebon, ke sawah, ke pemancingan, ke mana mana banyak tanaman dan buah, aku sampai berpikir keras untuk mengingatnya, kau tau kan aku nih pelupa sangat :( maafkanlah otakku yang sangat kecil ini.

Oh ya celanaku kotor, ku numpang nyuci, kamar mandinya bersih, aku suka, airnya langsung dari mata air, dingin, terus kita masak masak, dan makan pastinya bagian terfavoritku ❤

Oh ya kanaz suka ilang ilangan kaya jin :( tiba tiba di ruang tv, tib- tiba nggak ada, tiba-tiba ada lagi.

Terus ya, kita kepasar donggggg, makan soto Rp. 5000, wahhhhh klo di Jakarta makanan semurah ini, ku bahagia, dan makan mulu.

Soto seharga Rp. 5000 sahaja ^_^


Maklum yak, aku ini kurus karena makanan bergizi di Jakarta mahal, yang murah itu ngga bergizi semua :(

Duhhhhh banyak ku mau cerita tapi kaki ku sakit nekuk mulu di atas kursi kereta, perutku mules, terus ku ngantuk, tapi ga bisa tidur, depanku berisik, kakinya kemana mana, macam mana kakiku nak turun kalau macam nih :(.

Eh, iya, kenapa aku duduk di kereta ini sendiri bersama dengan orang-orang yang tidak dikenal? Ini karena aku salah beli tiket! Ya, aku beli tiketnya nyusul. Ku pikir, udah satu gerbong dengan Kanopi, Kanaz dan Mama. Rupanya, aku beli di gerbong dua, sementara mereka di gerbong sebelas. Hahahahaha


Di kampung Kanaz, jalan-jalannya ke kebon :D

Ke sawah (sawah orang) ya iyalah, dikira sawahnya siapa? :P

Salah satu oleh-oleh kami adalah pete!
Pete di kampung Kanaz murah

Makanan yang sederhana tapi istimewa...


Kategori:

Bagikan:

0 komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P