Diam

Diam, Tak semestinya tak bergerak
Diam, tak semsetinya tak boleh bergerak Diam

Kategori:

Bagikan:

46 komentar

  1. diam??
    otakku tidak bisa diam dan mencerna apa arti dari diam..

    BalasHapus
  2. silent is gold...diam itu emas ?
    benarkah...???

    kadang aku memilih diam.....

    BalasHapus
  3. Diam
    bersama keagungan Allah
    menikmati di balik cahaya
    Diam
    tengelam dalam tasbih
    Subhanallah
    wal hamdulillah
    wala illaha illah
    wallahu akhbar..

    BalasHapus
  4. Saya suka diam mbak, karena kata orang diam itu emas. Tapi untuk keadaan tertentu, tidak diam itu justru adalah berlian. Semua tergantung situasi yg kita hadapi.
    Eh, inipun jika diam yg dimaksud Mbak Naz sama dg yg saya tangkap :D

    BalasHapus
  5. diam
    adalah awal momentum bergerak
    eeeh... ini hukum fisika khan?

    BalasHapus
  6. Diam, tak selamanya tak begerak. Semestinya dalam diam justru bergerak, gerakan yang lebih ritmis. Bukankah ketika diam, pikiran dan jiwa kita mengembara lebih leluasa. Kadang tersa lebih indah.

    BalasHapus
  7. Mengapa harus diam, jika ada banyak kata yang hendak diucapkan ?
    Mengapa harus diam, jika banyak karya yang hendak diwujudkan ?

    BalasHapus
  8. ..maka
    jika diam, bolehkah bergerak?

    salam kenal juga ana..
    makasih sdh singgah ke tempatku.. :)

    BalasHapus
  9. salam kenal,,blognya bagus sobat,,keep on blogging

    BalasHapus
  10. akhirnyaaa form komennya muncul jugaaa... errrggg rada susah kalo form komennya di embeded di bawah postingan :(( apalagi kalo koneksi jelek, gag muncul2 :((.

    knp terdiam? masih nangis2 kuda ya?? xixixi

    BalasHapus
  11. wao jangan lama-lama diam nya
    aku rindu tulisanmu!
    Mana kata-katanya ....
    jangan biarkan tintanya mengering!

    BalasHapus
  12. diam itu emas
    bicara itu perak

    diam dahulu lalu bicara
    maka emas dan perak akan didapat

    BalasHapus
  13. aku terdiam mengeja kediamanmu, Ana ...

    BalasHapus
  14. Salamelekom, wbt adikku anazkia,

    Abg jwb sini jer la yer...
    Memula, adik kena mendaftar dahulu. Caranya, adik surf blog abg, Pedoman Hidup, pastu klik ikon di atas sekali yang berlabel "ads by nuffnang". lepas adik klik, akan keluarlah satu lagi tab window baru yang memaparkan web nuffnang.

    Di situ, adik kena "sign up" dahulu. Caranya, adik tengok sebelah kiri di laman nuffnang tu, di bawah sedikit daripada ikon "home" di paparkan ikon "sign up". Adik kena klik ikon "sign up" itu, then akan dikeluarkan di bawah ikon itu "sign up as:", di sini adik kena pilih sama ada "blogger" atau "advertiser".

    Dalam hal ini, adik kena klik as "blogger". Lepas itu, adik mulalah mengisi butiran-butiran yang dikehendaki di dalam laman sign up itu. OK!

    Bila dah selesai, kalau nak penerangan selanjutnya, bagitau abg, OK!.

    Paling penting, adik kena mendaftar dahulu di situ, di laman nuffnang. Bila dah selesai, senanglah nak iklankan iklan nuffnang tu di blog adik ni. :)

    Semoga berjaya mendaftar...

    BalasHapus
  15. Singkat tapi dalem banget nih ...

    Diam, nggak juga artinya pasif kan :)

    BalasHapus
  16. ehmmmm, hancur pedih terbantai kerinduannya maksudnya hilang pedih dan kerinduannya berakhir atau terobati gitu naz maksudnya.... :-)

    BalasHapus
  17. Yups Mbak, bener.... kira2 begitu...
    Ehmmm aneh kenapa ya Naz... :-)

    BalasHapus
  18. diam..
    tak seharusnya tidak berkomentar.
    hehehe

    nggak ada yg mundur kok mbak..ceritanya kemarin sore kopdar di palembang

    BalasHapus
  19. Kalau kata tak lag bermakna..., lebih baik diam saja.....

    BalasHapus
  20. Dalam kediaman aku datang
    mengendap-endap....
    wadduh.... digigit nyamuk, kadinya nggak diam deh...
    Namun dalam kediaman sempat pamit.
    Salam taksim...

    BalasHapus
  21. Terima kasih Naz, atas masukannya...
    Mungkin karena saya tergolong orang yang tidak merayakannya sehingga baru kepikiran untuk mempostingnya semalam.
    Tapi kamu benner koq.........
    Salam hangat selalu.

    BalasHapus
  22. mulutku mingkem non
    jari ku wae sing ngoceh
    hehehehhe

    poto kopdaran sabar yah non
    secara diriku ingin membuat dirimu menunggu
    hehehheheheh

    BalasHapus
  23. daku dateng budhe, eee ga boleh ngomong ya, ya udah deh ikutan diem ni

    BalasHapus
  24. dalam diam ku mengagumi mu
    dalam diam ku hampiri rumah mu
    dalam diam ku jemari ku menari d atas keyboard
    dalam diam banyak yg ku pikirkan
    dalam diam ku temukan keteduhan di sini
    dalam diam juga ku pamit ninggalin rumah mu

    BalasHapus
  25. mohon kritik dan saran di postingan "Tembok"

    BalasHapus
  26. ketika kita diam
    sesungguhnya kita sedang berteriak
    kita diam bukan berarti kita tidak berbuat apa-apa
    tapi sesungguhnya kita sedang menunggu waktu yang tepat
    seperti orang yang menunggu pohon itu berbuah
    salam sejahtera

    BalasHapus
  27. lha postingannya kok jadi diam terus blom ada yang bergerak neh

    BalasHapus
  28. diam tak selama nya bagus...karena dalam diam ada banyak hal yg terpendam.

    BalasHapus
  29. ah, ternyata kau ada...
    walau diam masih menggantung disini....

    *jgn ikut2 diam,ah...naz...
    nanti terlalu senyap disini... ;)

    BalasHapus
  30. ada apa dengan diam?? kenapa?? btw, bannermu udah jadi tuuuh... lebih lanjut buka inbox di FB mu yaa... ^^

    BalasHapus
  31. kalo mau komentar jangan diam...ayo isi komennya...hahaha...

    BalasHapus
  32. Dalam hidup ini kita perlu ambil masa untuk DIAM kerana ketika inilah minda kita bisa berfungsi paling maksimum.... HIDUP BERANI GAGAL.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P